Berapa Kemungkinan Kamu Bertemu Jodoh? Coba Rumus Ini Untuk Menghitungnya

2/14/2017


Pencarian cinta sejati atau jodoh mungkin bagi beberapa manusia adalah quest terbesar dalam hidup ini. Tidak hanya Arjuna, hampir di semua kebuadayaan yang ada di bumi ini, semua orang juga mencari cinta. Beberapa orang langsung menemukannya, beberapa lagi baru menemukan "the one" setelah beberapa kali menjalin hubungan yang ternyata tidak tepat. Sementara beberapa lainnya belum juga menemukan cinta sejatinya walau sudah menjelajahi isi bumi, mendaki gunung tertinggi, dan mengarungi arung samudera sehingga tengah dirundung keputusasaan. Cerita tentang bagaimana seseorang bertemu dengan jodohnya inipun layaknya cerita legenda yang kerap diceritakan para orangtua kepada anaknya. Bahkan sembilan season romcom favorit saya sepanjang masa, 'How I Met Your Mother' isinya adalah nyeritain itu. Namun tidak seperti cerita bagaimana seseorang bertemu jodohnya, kadang kita lupa seberapa besar sebenarnya kemungkiann kita bertemu jodoh tersebut. Selain "bagaimana papa ketemu mama", banyak yang melupakan "kemungkinan papa bisa ketemu mama". Bagaimana mungkin dari sekian banyak orang di dunia ini, kita bisa menemukan satu orang yang "diciptakan untuk kita" selagi kita juga "diciptakan untuk dia"? Berapa kemungkinannya?

Dengan adanya 7 triliun manusia di bumi ini, kenapa seseorang bisa sangat sulit menemukan jodohnya? Pertanyaan tersebut pernah ditanyakan oleh Enrico Fermi, tapi dalam konteks mencari alien. Dia mikir, dari triliunan bintang, planet, dan galaksi, kenapa kok kita belum pernah ketemu sama alien atau kehidupan lain di luar bumi? Inilah yang disebut Fermi Paradox.


Kemudian seorang astronomer bernama Frank Drake mengembangkan pertanyaan Fermi tersebut menjadi sebuah rumus yang benar-benar bisa menghitung kemungkinan ada kehidupan lain di luar bumi. Rumusnya kayak gini:
N = R* • fp • ne • fl • fi • fc • L

N = jumlah peradaban di galaksi kita yang bisa berkomunikasi dengan kita

R* = jumlah bintang di galaksi Bimasakti = 100 x 109
fp = jumlah bintang-bintang tersebut yang memiliki planet = 100%
ne = jumlah planet-planet tersebut yang bisa menyokong kehidupan = 4%
fl = jumlah planet yang bisa menyokong kehidupan tersebut yang beneran punya kehidupan = perkiraan terbaru sekitar 13%
fi = yang punya intelegensi = 10% (perkiraan Carl Sagan)
fc = yang punya teknologi = 10% (perkiraan Carl Sagan)
L = waktu sebuah peradaban ada sebelum menghancurkan dirinya sendiri = 1% (perkiraan Carl Sagan)

kita masukkan angka-angka tersebut ke dalam rumus maka kita akan memperoleh hasil:

N = 100 x 10• 1 • 0,4 • 0,13 • 0,1 • 0,1 • 0,01

N = 52.000 kemungkinan peradaban di luar bumi yang bisa berkomunikasi

Ya, ini adalah perkiraan dan perkiraan yang masih kasar karena para ilmuwan sampai sekarang masih belum tau dengan pasti angka-angka yang ada pada rumus itu. Namun ini adalah perkiraan yang ilmiah.

Sekarang, selain untuk mencari kehidupan di luar bumi, bisakah Drake Equation ini kita gunakan untuk mencari kehidupan di bumi? Selain untuk mencari kemungkinan kita bertemu dengan alien, bisakah untuk mencari kemungkinan kita bertemu dengan jodoh atau orang yang spesial? Coba kita lihat:



Misalnya gue adalah laki-laki berumur 22 tahun yang tinggal di Jakarta. Maka:

N = Np • fg • fs • fy • fl • fa • fa2 • fi

N : Orang yang cocok

Np : Populasi target = 10.150.000 (jumlah penduduk Jakarta. Data SUPAS 2015)
fg : Jumlah dari populasi tersebut yang perempuan = 50%
fs : Jumlah yang jomblo = 36,38% (Data SUPAS 2015)
fy: Jumlah orang yang berumur 18 - 25 tahun = 0.1% (perkiraan berdasar Data SUPAS 2015)
fl: Jumlah yang berbahasa Indonesia = 99% (perkiraan)
fa: Jumlah orang yang gue anggap menarik = 13% (hasil polling online rata-rata orang menganggap 13% temannya menarik)
fa2: Jumlah orang yang nganggap gue menarik = 13%
fi: Jumlah orang yang mengenyam pendidikan tinggi = 9.67% (Data SUPAS 2015). Karena gue ingin orang yang suka sains juga.

Lalu kita masukkan angka-angka tersebut ke dalam rumus, maka:

N = 10.150.000 • 0,5  • 0,3638  • 0,01% • 0,99 • 0,13 • 0,13 • 0,0967
N = 3 orang yang cocok

Ada 3 orang yang cocok dengan preferensi gue di atas. Dari 10 juta, cuma 3 orang! Pantesan gue masih jomblo. Sedikit banget ya, mungkin karena range umurnya terlalu sempit. Coba-coba aja disesuaikan kriterianya berdasarkan preferensi masing-masing, misalnya mau dimasukin agama, suku, atau kesukaan terhadap Star Wars atau Star Trek. Tentunya semakin banyak kriteria yang dimasukkan, akan semakin kecil angka akhirnya. Atau karena sekarang udah zaman digital, mungkin lokusnya tidak terbatas hanya di satu kota atau provinsi, misalnya yang di Jakarta bisa memasukkan populasi Jabodebatek, dsb.

Sekali lagi, tentu saja ini hanya perkiraan, tapi mungkin bisa menambah harapan kamu-kamu yang hampir putus asa mencari the one karena ternyata masih banyak orang yang kiranya cocok dengan kamu. Atau malah menjawab kenapa kok selama ini susah banget nemu yang cocok hahaha. Namun seperti halnya kita sudah tahu kemungkinan dapat angka 6 di dadu adalah 1/6, tapi kita tidak akan pernah mendapatkannya jika dadunya didiemin aja dan tidak dikocok bukan? Begitu juga dalam hal ini, seberapa besarpun angka yang kita dapatkan, tidak akan mewujud menjadi si dia jika kita tidak keluar dan bergaul untuk menemukannya. Bisa jadi dalam prakteknya, pikiran yang open-minded adalah faktor yang paling penting untuk menemukan si dia dibandingkan dengan hitung-hitungan tadi. Jadi, ayo kocok dadumu!

ENJOY YOUR DAY!

Referensi:

Badan Pusat Statistik DKI Jakarta - Profil Penduduk Jakarta Hasil SUPAS2015
Drake Equation: Estimating The Odds of  Finding E.T | http://www.space.com/25219-drake-equation.html
The Odds of Finding Life and Love | https://www.youtube.com/watch?v=TekbxvnvYb8

Ditulis oleh Ramy Dhia
Seorang mahasiswa arsitektur yang mencintai dunia desain, teknologi, pop culture, dan penulisan. Ngeblog sejak 2010 dan mulai ngeVlog di Youtube sejak 2014. Hobi nonton TV Series dan merupakan pemain abadi dari game Harvest Moon: Back to Nature.
NB: Bercita-cita ingin menguasai dunia.


You Might Also Like

14 komentar

  1. ane tunggu di jodohkan aja min

    BalasHapus
  2. anjrit, diitung beneran dong sama dia hahaha
    sabar aja ram, ntar juga ketemu. diperluas aja populasi sampelnya hahaha *dikata skripsi*

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahahaha bisa gak ya ini jadi skripsi?

      Hapus
  3. wahhh jodoh pun pakai perhitungan gini juga... wah ribet2... mending langsung cari aja deh aku..hehe rumusnya rumit ngalahin rumus mtk..

    BalasHapus
  4. Waduh pusing. Balik buka primbon lagi aja ane gan

    BalasHapus
  5. Kalo mencari jodoh ala gua :
    Cari dari lingkaran orang yang udah kita kenal, deketin, pacarin, nikahin. Lebih gampang nyarinya. Soal perbedaan dan persamaan, saling melengkapi aja.

    Eh btw lo udah pernah pacaran belum Ram?

    BalasHapus
  6. Cuma 3 orang yaah??
    Pantas kamu masih jomblo...
    hahhaa
    santai aja..

    yang penting menurut gua sih, kalo masalah carik jodoh itu,
    harus pinter-pinter perluas pergaulan n lebih mau buka diri..
    Plus, buat lingkungan kita jadi lingkungan yang membangun..

    Semakin banyak kita ketemu orang, dan berteman,
    bakalan semakin besar kemungkinan kita ketemu sama jodoh kita..

    Itu aja sih..

    Btw,
    baru kali ini liat ada orang yang bener-bener hitung kemungkinan jodoh
    -.-

    BalasHapus
  7. Alhamdulillah saya sudah ketemu jodoh Mas :))

    BalasHapus
  8. Pake rumus segala.. hahaha

    Ya bisa mencari dan juga menunggu.. hahaha

    BalasHapus

Harap komentar dengan bahasa yang sopan ya, as your grandma will read it :)

Page Ranking Tool
DMCA.com

I'm in

postimage
Mutsurini Team
Komunitas Online Kab.Tangerang Warung Blogger