Ini Yang Terjadi Ketika Blogger dan MPR Bertemu

8/18/2016



Gue masih inget waktu SMA, tepatnya pada tahun 2012, gue diajakin ikut tim Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR-RI. Tadinya gue gak tahu itu lomba apaan, ternyata itu adalah lomba yang rutin diadakan oleh MPR-RI bagi sekolah-sekolah untuk beradu pengetahuan dan wawasan tentang 4 pilar bangsa Indonesia, yakni Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, Undang-Undang Dasar 1945, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), juga sebagai media sosialisasi MPR-RI tentang 4 pilar berbangsa dan bernegara tersebut kepada generasi muda. Sayangnya waktu itu gue juga lagi persiapan untuk lomba pidato bahasa Jepang di Harumatsuri UHAMKA, takut malah gak maksimal di dua-duanya, gue memutuskan buat milih lomba pidato bahasa Jepang (yang sayangnya juga pada akhirnya gak menang haha). Akhirnya temen-temen gue sudah membentuk tim, terdiri dari orang-orang yang emang pinter di sekolah, merekapun mulai mengikuti lomba itu mulai dari tingkat Provinsi sampai ke tingkat Nasional. Kita suka nontonin lombanya di TV karena waktu itu memang disiarkan.


Kenapa tiba-tiba gue inget itu lagi? Karena pada tanggal 11 Agustus 2016 kemarin, gue dapet undangan untuk hadir pada acara Jakarta Netizen Gathering bersama MPR, sebuah acara yang diadakan oleh MPR-RI untuk bertemu dan ngobrol-ngobrol bareng netizen dan blogger tentang MPR. Intinya, MPR menyadari akan perkembangan dunia digital saat ini dan tentunya ingin lebih dekat dengan para pelaku di dunia digital, khususnya para netizen dan blogger agar program-program MPR lebih tersosialisasikan dan pemahaman kita akan kebangsaan juga bisa lebih tersebar dengan lebih luas dan lebih “halus”. Di sini gue bareng Kak Irvina dan Iqbal yang dari Kancut Keblenger juga, sama ketemu Mbak Isnuansa yang sudah lama gak ketemu, dan juga blogger-blogger lainnya. Selain dihadiri oleh para blogger dan netizen, acara ini juga dihadiri oleh awak media baik dari media cetak maupun media elektronik.

Pak Purwadi, Kepala Bagian Pemberitaan, Hulembaga, dan Layanan Informasi

Di acara ini, dari MPR, tepatnya Sekertaris Jenderal, Bapak Ma'ruf Cahyono menjelaskan tentang pentingnya pengetahuan tentang kebangsaan ini ditanamkan kepada generasi muda sekarang. Kita juga jadi tahu cerita-cerita di balik pekerjaan MPR. Kesan yang paling kuat buat gue sih, acara udah bikin kita melihat MPR dari kacamata yang berbeda. Kalo denger MPR gitu kan kesannya woooh pemerintahan, kaku, dan lain sebagainya, tapi dengan acara yang berjalan cair kemarin itu, persepsi itu mulai tergantikan, bahwa ternyata institiusi pemerintahan yang tinggi seperti MPR pun bisa membuka diri, salah satunya lewat acara gathering kemarin. Ini bukan acara gathering pertama yang diadakan MPR loh, sebelumnya MPR juga udah mengadakan acara gathering netizen serupa di Jogja pada Maret 2016 dan Solo pada November 2015, dan untuk Jakarta diadakan tanggal 11 Agustus 2016 itu yang bertempat di De Podium Senayan City Mall. Untuk awal, memang penting untuk membuang kesan kaku dan kolot dari institusi pemerintahan yang selama ini sudah melekat di benak awam.

Pak Ma'ruf Cahyono, Sekjen MPR

Sebelum acara selesai, ternyata dapet kabar kalau Ketua MPR, Bapak Zulfikri Hasan yang sebelumnya katanya gak bisa ikut karena lagi ada acara, sedang dalam perjalanan ke lokasi. Wah semuanya antusias menunggu Ketua MPR, dan begitu datang, Pak Zulkifri say hi, memberikan sedikit sambutan kemudian kita berfoto bersama, dan beberapa ada yang selfie sama Pak Zulfikri, tapi gue enggak euy, malu hahahaha. Tak lupa sebelum acara ditutup, ada sesi tanya-jawab juga kritik dan saran dari para netizen yang membuahkan beberapa butir masukan yang kiranya bermanfaat untuk memajukan MPR, khususnya di ranah digital. Karena waktu acara gue gak sempet memberikan saran, gue mau mengungkapkannya di sini aja deh.

Pak Zulfikri Hasan, Ketua MPR

Menurut gue, akan sangat keren jika MPR punya sebuah channel pendidikan kebangsaan yang kekinian dan asik, biar belajar kebangsaan gak selalu jadi momok sebagai pelajaran yang membosankan. Begini, kita udah sama-sama paham kalau pengetahuan tentang kebangsaan itu emang penting, dan untuk mendapatkannya kita harus belajar tentang itu. Nah belajar yang seperti apa? Temen-temen gue  di SMA yang pada ikut lomba cerdas cermat 4 pilar itu, tentu saja pengetahuan mereka akan kebangsaan gak perlu ditanyain lagi, seperti Pak Sekjen sempet singgung juga, para peserta lomba itu sering pas pertanyaannya belum selesai dibacain aja udah mencet bel dan tau jawabannya (ini bener, soalnya gue suka nonton di TV), tapi untuk mencapai level seperti itu, mereka belajar dan belajar terus dengan serius materi-materinya. Pertanyaannya, kalau gak buat lomba, apakah kita semua bisa belajar dengan serius seperti itu?

(dari kiri) Iqbal, Gue, Kak Irvina (foto dari Kak Vina)

Bukannya mengaminkan dan menjustifikasi sifat males belajar kebangsaan yang kayak gitu, tapi seperti pernah gue bahas di postingan sebelumnya, gue berpandangan kalau belajar jangan diasosiasikan sebagai sesuatu yang sakral, serius, atau eksklusif, tapi belajar itu santai, mengalir, dan bersifat “yaudah-sih”. Gak perlu niat untuk belajar untuk kita belajar, karena belajar yang paling asyik dan masuk di kepala adalah belajar yang iseng-iseng didasari oleh rasa penasaran. Menurut gue, termasuk juga belajar tentang kebangsaan ini. Gak perlu kita asosiasikan materi kebangsaan yang memang berat ini, dengan sifat dan sikap yang harus serius dan “siap-grak” untuk mempelajarinya, padahal ada cara-cara yang lebih mengasyikan yang sama-sama bisa mencapai tujuannya: pengetahuan tentang kebangsaan.


Sebagai preseden, di salah satu channel YouTube favorit gue, Crash Course, ada subjek tentang U.S Government, yang berisi series video-video edukasi tentang sistem pemerintahan di Amerika. Terdengar membosankan? Ya, tapi ternyata sama sekali nggak! Gaya narasi dalam video-video itu yang ringan,  penuh dengan jokes dan becandaan tanpa mengurangi esensi dan substansi yang ingin disampaikan, contoh-contoh atau analogi yang mudah dipahami, ditambah animasi yang lucu, justru membuat video-videonya jadi asik dan materi pemerintahan yang disampaikan lebih mudah dipahami. Sama sekali jauh dari kesan kaku, bahkan gue aja yang bukan orang Amerika malah jadi tertarik untuk mempelajarinya karena penjelasannya mudah dipahami (lihat? tanpa niat, tapi karena iseng dan penasaran).



Gue membayangkan, seandainya Indonesia punya yang seperti itu, pasti belajar tentang kebangsaan bakal lebih asik dan lebih masuk di kepala. Mungkin MPR bisa mempeloporinya dengan menggandeng para YouTuber, misalnya. Tidak ada yang salah dengan mengajarkan materi sepenting materi kebangsaan dengan gaya bertutur yang ringan dan animasi kan? Toh tujuan utamanya kan biar pengetahuan ini semakin masuk dan menjangkau bangsa Indonesia. Kalau nanti memang bakal ada, kita netizen pun tentunya akan sangat excited untuk menyebarkan dan share video-video itu karena merupakan sebuah terobosan baru dan berani, kita bakal share di media sosial, kasih tau adik-adik kita yang masih sekolah, dan dengan bangga bisa bilang “Indonesia juga punya yang kayak begini loh”. Pasti keren banget sih.

Pada akhirnya, niat baik MPR-RI untuk mengadakan gathering dan duduk bersama netizen dan blogger ini merupakan langkah yang sangat patut diapresiasi. Untuk institusi setinggi MPR-RI mau duduk bersama dan mendengarkan para netizen dan blogger merupakan sebuah kehormatan tersendiri bagi kami. Memang sudah saatnya untuk mempertimbangkan dimensi dunia digital dalam mengambil segala kebijakan dan program karena memang sekarang sudah eranya. Terimakasih banyak atas undangannya, semoga silaturahmi ini bisa selalu terjalin.

ENJOY YOUR DAY!

Ditulis oleh Ramy Dhia
Seorang mahasiswa arsitektur yang mencintai dunia desain, teknologi, pop culture, dan penulisan. Ngeblog sejak 2010 dan mulai ngeVlog di Youtube sejak 2014. Hobi nonton TV Series dan merupakan pemain abadi dari game Harvest Moon: Back to Nature.
NB: Bercita-cita ingin menguasai dunia.


You Might Also Like

1 komentar

  1. Sayang banget kamu nggak menceritakan secara rinci isi acara pertemuan antara MPR dan para blogger yang kamu hadiri ini. Padahal bisa jadi maksud MPR mengadakan pertemuan dengan blogger agar mereka turut menyebarkan isi pertemuan ini secara lebih luas via blog.

    BalasHapus

Harap komentar dengan bahasa yang sopan ya, as your grandma will read it :)

Page Ranking Tool
DMCA.com

I'm in

postimage
Mutsurini Team
Komunitas Online Kab.Tangerang Warung Blogger