Star Wars: The Force Awakens - Memang Seperti Yang Dijanjikan [Movie Review]

12/19/2015


Setelah sempat diundur dua hari, premiere film yang paling dinanti-nati di tahun ini: Star Wars: Episode VII The Force Awakens akhrinya diputar di seluruh bioskop di Indonesia pada Jumat 18 Desember 2015 kemarin. Tidak seperti yang dibayangkan bahwa bioskop akan dibanjiri oleh para fans sampai membentuk ular-naga-panjangnya-bukan-kepalang untuk mengantre tiket premiere, ternyata bioskopnya sepi, tidak terlihat antrean yang memanjang, well setidaknya di bioskop tempat gue nonton yakni di 21 Dieng, Malang. Malah sepertinya lebih banyak om-om dan tante-tante bule yang antusias lengkapdengan berbagai atribut Star Wars,ada yang pakai topeng Chewbacca, ada mbak-mbak bule yang rambutnya diikat-buntel sedemikian rupa menyerupai model rambut Princess Leia (atau General Leia dalam film ini), ada yang pakai topeng Yoda, dan membawa the weapon-by-choice para Jedi, lightsaber. Dalam full-education mode mereka membawa anak-anaknya untuk “study tour” menyelami fiksi ilmiah legendaris ini, membentuk generasi baru dari fans Star Wars.Walaupun hanya ramai di kota-kota tertentu dan sepertinya Malang bukan salah satunya, terlihat dari studio yang tidak sampai penuh, tapi kehadiran mereka membuat euforia Star Wars tetap terasa.

Ada pengalaman unik yang tak terlupakan di Studio 2 tempat gue nonton kemaren, saat filmnya mulai, layarnya tiba-tiba mengalami gangguan, ada garis-garis gak jelas kayak HP seken batangan yang layarnya dead pixel karena ikut kecemplung di air waktu dikerjain ulangtahun, tapi lebih parah. Garis-garisnya sangat menghalangi dan sangat mengganggu, padahal filmnya sudah dimulai.Sontak ini membuat seisi studio ribut, penonton bule teriak “what the…”, penonton Indonesia bersorak “pulaaang pulaaaang”, dan Chewbacca melenguh dengan bahasa Wookie “ngoooaaaaaaaagh”.

sempet foto pas layarnya gangguan, kayak gitu tuh, parah banget kan? Gamau spoil apa-apa, jadi fotonya dicrop, yang penting kebayang kan semengganggu apa tuh garis-garis.

Akhirnya filmnya dihentikan, layar gelap, penonton pada buka HP ngetweet tentang kejadian barusan… tunggu apa cuma gue yang kayak gitu. Gak berapa lama, film kembali diputardengan layar yang sudah pulih, penonton bersorakdan bertepuk tangan, diikuti dengan musik tema khas yang mengawali perjalanan kami mengikuti petualangan di galaxy far far away itu. Entah layar yang gangguan tadi disengaja atau tidak, mengingat sebelumnya baik-baik saja saat menampilkan iklan, tapi bagaimanapun, pengalaman unik tadi sudah membuat dinamika pada perasaan penonton bahkan sebelum filmnya mulai. Kalau memang sengaja, nice troll must I say.

Walaupun sangat sulit untuk tidak get hyped dengan film yang disutradai oleh J.J. Abrams ini, tapi gue mencoba berangkat tanpa ekspektasi. Tiga film prequel yang mengecewakan para fans tentunya masih menyimpan sedikit “luka” di balik harapan bahwa film ini akan membawa keseimbangan lagi pada franchise Star Wars setelah sepuluh tahun. Dan film ini berhasil mengemban misi itu. Jika trilogi original dan prequel adalah dua geng yang berbeda, The Force Awakens earned its place among the original trilogy, it just has the vibe.

Bagi yang belum nonton, gue rasa itu sudah cukup untuk meyakinkan kamu buat segera nonton. Serius, walaupun gue akan menulis review ini spoiler-free, tapi nonton dengan “kosongan”dan tanpa ekspektasi,  lalu membangun opini kita sendiri tanpa bias dari review yang pernah kita baca itu kadang perlu, apalagi untuk film sepenting The Force Awakens. Namun kalau mau lanjut baca ya silahkan sih, bukan gue yang bayarin internet kamu.

 

Sebelum film mulai, gue bilang kalau di awal gak ada tulisan “A long time ago in a galaxy far far away…” dengan font Franklin Gothic warna biru mudanya, gue akan keluar dari bioskop. Tentu saja ada, lengkap dengan intro dan theme song khasnya, yang merupakan tanda awal kalau The Force Awakens memang nuwun sewu pada film-film sebelumnya. Ada pola yang sama, scene-scene dan play set yang familiar, sampai hal kecil seperti screen transition-pun memperlihatkan respek The Force Awakens kepada pendahulunya, yang tentunya membuat fans dan penonton yang pernah menonton film-film sebelumnya senyum-senyum nostalgia sendiri.

Belum lagi dengan kembali hadirnya Harrison Ford, Mark Hamill, dan Carrie Fisher sebagai Han Solo, Luke Skywalker, dan Leia Organa tercinta. Seisi bioskop bahkan sampai riweuh waktu Han Solo muncul for God’s sake! Harrison Ford memang sangat berhasil membawakan kembali apa yang membuat Han Solo spesial, membuat Han Solo tetaplah Han Solo yang dikenal para fans bahkan puluhan tahun setelah Return of The Jedi. Carrie Fisher juga tanpa diragukan sangat klopdengan General Leia Organa yang diperankan. Untuk Mark Hamill dengan Luke Skywalkernya tidak akan gue ceritakan karena berpotensi spoiler. Walaupun penonton lama sudah sangat akrab dengan ketiganya, namun mereka tetap diperkenalkan secara halus agar penonton baru pun dapat mengerti.

 

Walau banyak unsur-unsur nostalgianya, bukan berarti itu adalah “jualan” utama The Force Awakens. Hal-hal baru yang ada pada The Force Awakens juga sukses memperkaya film ini. Karakter-karakter baru seperti Rey, Finn, dan Poe Dameron yang dipercaya menuntun penonton menyusuri dunia baru ini dari mata mereka sangat berhasil dalam hal itu berkat akting memukau pemeran-pemerannya. Finn dan Poe Dameron membawa humor syegar sepanjang film, dan Rey..oh I love Rey! Aktingnya dan character developmentnya dieksekusi dengan baik oleh Daisy Ridley. Oh jangan lupakan BB-8 yang sangat mencuri perhatian di film ini, BB-8 bukan sekedar dieksploitasi kelucuannya untuk promosi, namun memang memegang peranan penting dan menghidupkan film.


Dari sisi penjahat , ada Kylo Ren, General Hux, Captain Phasma, dan Supreme Leader Snoke, dimana Kylo Ren mendapat fokus utama kali ini yang juga diperankan oleh Adam Driver dengan baik. Namun film ini juga menyisakan karakter-karakter yang kurang terdevelop dan terkesan sampingan, yang mungkin akan mendapat porsi lebih di film selanjutnya.



Untuk sisi cerita sendiri, jangan berharap plot yang dalam karena J.J. Abrams memang masih mengambil tema dimana karakter-karakter dalam The Force Awakens dipertemukan oleh takdir, seperti juga tema film-film Star Wars sebelumnya, mengindikasikan bahwa The Force ada di balik segala sesuatu dan mengalir di antaranya.

Film-film Star Wars sebelumnya dikenal sebagai pionir yang melampaui zamannya baik dari segi efek dan pengambilan gambar sehingga sangat memorable bagi siapapun yang menontonnya. The Force Awakens berhasil mempertahankan titel itu, sang sutradara berhasil menghadirkan skena aksi peperangan luar angkasa yang sangatapik, ketika teknologi perfilman memang sudah berpihak, sehingga kalau ada yang bertanya tentang aspek artistik serta skena aksi pada film ini, gue ingin berteriak di telinganya “GAK USAH DITANYA!” dalam bahasa Huttese.

 

The Force Awakens adalah film yang mengembalikan nama baik Star Wars, pelukis senyum nostalgia terbaik pada wajah fans, namun cukup untuk membuat kita menantikan episode selanjutnya karena percaya bahwa karakter baru yang dihadirkan sudah siap“mengambil alih kursi pilot”untuk membawa cerita menyusuri parsec demi parsec dunia baru tanpa bantuan pil-pil nostalgia. Sangat menghibur dan epik, pintu gerbang berkarpet merah yang pas untuk generasi baru penggemar Star Wars. The Force Awakens adalah film yang memang dijanjikan.

Watch this movie you must.

ENJOY YOUR DAY!

Ditulis oleh Ramy Dhia
Seorang mahasiswa arsitektur yang mencintai dunia desain, teknologi, pop culture, dan penulisan. Ngeblog sejak 2010 dan mulai ngeVlog di Youtube sejak 2014. Hobi nonton TV Series dan merupakan pemain abadi dari game Harvest Moon: Back to Nature.
NB: Bercita-cita ingin menguasai dunia.


You Might Also Like

11 komentar

  1. Bukan penggemar star wars sih.. Cuman beberapa kali baca review yg berseliweran di jagad maya, semua pd bilang ini film bagus

    BalasHapus
  2. info yang bagus gan sangat bermanfaat

    BalasHapus
  3. Sebagai penonton baru yang udah nonton, nggak sulit buat ngikutin, sih ram. edan lah itu ada layar warna warni, berasa proyektor yang jatoh terus rusak, tentunya nggak ada skenario layar warna warni gitu aslinya mah. hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. hooo emang gak sulit di ikutin ya..
      jadi, mau nonton film-film sebelumnya? XD

      Hapus
  4. Review yg keren nih,tanpa spoiler. Soalnya sy bete baca review bnyk blogger yg spoiler walaupun sudah nonton. Klau di Jakarta euphorianya dahsyat bgt thd film ini,apalagi di Senayan City. Nggak smp mengular antrian di loket krn skrg khan beli tiketnya online...hehe,tp Senayan City XXI smp 4 theater menayangkan Star Wars semua,Kelapa Gading katanya smp 17 theater menayangkan Star Wars...

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah pasti seru tuh..
      Di Malang belum bisa MTrix sih

      Hapus
  5. Kereeen! gue malah belom sempet nonton premiernya hehe

    BalasHapus
  6. Seneng banget ane nontonnya, lebih memenuhi ekspektasi ane banget!

    BalasHapus
  7. Force awaken seru banget heeee mpe nunggu mau nonton lagi kalo ada donlotannya di torrent *tukang bajak*
    Sumpah deh gw sampe gaberani buka 9gag ato sosmed lain pake tag starwars soalnya banyak orang-orang yang udah nonton bikin fanart atopun komentar yang ngespoilernya plot penting di film termasuk scene *yaaa you know laaah*
    begitu udah selese nonton baru deh bisa browsing dengan tenang :D

    Wah termasuk yang kecewa sama prequel starwars ya :') padahal gue termasuk fans prequel *meski gabegitu suka ama episode 1 lel*

    BalasHapus

Harap komentar dengan bahasa yang sopan ya, as your grandma will read it :)

Page Ranking Tool
DMCA.com

I'm in

postimage
Mutsurini Team
Komunitas Online Kab.Tangerang Warung Blogger