Kopdar Kehujanan Kancut Keblenger Malang #4mazingKK

3/22/2015


Apa kamu pernah mau bikin postingan dari suatu event, tapi gak enak karena sebelum event itu ada event lain yang belum diposting, dan akan terasa melangkahi? Postingan inilah contohnya. Kemaren gue sama temen-temen komunitas Kancut Keblenger regional Malang abis jalan-jalan ke pantai, dan pulang dari sana pengen langsung nulis postingan tentang itu, tapi karena tiga minggu sebelumnya kita kopdar dan gue belum bikin postingannya, jadi berasa ada hutang, jadi sekarang mau lunasin dulu hutangnya ya, abis itu baru nulis tentang jalan-jalan kemaren heuheu.

Pada tanggal 28 Februari 2015, Kancut Keblenger mengadakan kopdar serempak bertajuk #4mazingKK di seluruh Indonesia dalam rangka ulangtahunnya yang ke 4. Kopdar serempak ini maksudnya kopdar barengan di berbagai tempat di seluruh Indonesia, soalnya member KK udah sampe ribuan member yang tersebar di seluruh kota merupakan tempat bermain yang asik, kepengurusannya pun sudah dibuat per-regional kota, untuk memudahkan kopdar dengan kawancut yang sekota. Nah, di kopdar serempak ini, dikoordinir kopdar di masing-masing kota pada waktu yang bersamaan, yakni pada tanggal 28 Februari--hari ulangtahun KK.

Karena lumayan sering ikut kopdar-kopdar KK di Jabodetabek waktu belum pindah ke Malang, gue pun ditunjuk Kak Vina buat jadi Jendral KK Malang, semacam koordinator untuk regional Kota Malang. Menghadapi kopdar serempak 28 Februari, tentu saja tugasnya termasuk mengkoordinir para kawancut yang berada di Malang untuk mempersiapkan kopdar. KK Malang sendiri sebenarnya sudah pernah kopdar sebelumnya, yang dihadiri oleh lima orang kawancut, kebetulan waktu itu gue gak bisa ikut karena lagi di Tangerang, jadi bisa dibilang gue belum kenal sama sekali dengan para kawancut Malang ini dan belum pernah ketemu. Maka gue harus mulai dari awal, melihat database anggota KK yang berdomisili di Malang, menghubungi mereka satu-satu dan ngajakin kopdar.


Singkat cerita, setelah mendiskusikan lokasi kopdar dan tektekbengeknya, kita sepakat mengadakan kopdar di Alun-Alun Balai Kota Malang, alias Alun-Alun Tugu jam 10 pagi. Alun-alun ini dipilih karena aksesnya yang mudah buat yang gak bawa kendaraan dan angkoters seperti gue heuheu. Dengan dresscode merah, jam 10 pas gue turun dari angkot di alun-alun. Pagi itu alun-alun sepi, hanya segelintir mas-mas terduga maba yang sedang foto-foto dengan background tugu. Gue pun menunggu di spot yang ditentukan: yang menghadap balai kota. Karena cukup panas, gue duduk di bawah pohon yang sebenarnya tajuknya juga kurang menaungi itu.

Gue pun baru inget problem kopdar pertama gini: kita belum tau siapa-siapa, jadi walaupun mereka udah dateng, kita gak tau mereka dan mereka gak tau kita. Memang, sesekali terlihat orang yang jalan-jalan sendiri muter-muterin alun-alun, dan kalau pake baju merah (atau analogusnya), gue bertanya-tanya "jangan-jangan itu anak KK". Yang komunikasi lancar waktu itu adalah Dhimas, yang mengatakan dia sudah datang dan lagi berteduh di depan sekolah sambil melihat dedek-dedek gemes, Dhimas pun bergerak ke alun-alun tempat gue menunggu dan kita pun bertemu #tsah. Bersamanya, gue pun nyamperin segerombolan cewek-cewek yang pake baju merah yang kemungkinan besar anak KK juga--dan ternyata benar.

Ketika kita sudah membentuk gerombolan (bukan sendiri-sendiri kayak tadi lagi) maka akan lebih mudah buat yang baru datang untuk menemukan. Kita pun cari tempat duduk yang adem di bawah pohon yang lebih rindang daripada tempat gue nunggu tadi, dan satu persatu kawancut pun berdatangan.


Kopdar pun dimulai dengan perkenalan, setelah perkenalan, bingung. Ya, problem kopdar pertama lainnya adalah, karena belum kenal, maka masih pada malu-malu dan diem-dieman. Obrolan belum secara alami mengalir dan sempat beberapa kali tejadi silent moment. Gue pun mencoba buka bahasan dengan membawa buku yang berpengaruh untuk gue dalam mengenal dunia blog dan media sosial yakni Why Did The Chicken Browse Social Media? karya Diki Andeas dan Rezeki Nomplok Dari Kontes Blog karya Harris Maulana. Buku-buku itu digilir kalau ada yang tertarik untuk membacanya, namun gak begitu lama, hening kembali terjadi. Ini wajar. Dan pada akhirnya memang membiarkan percakapan terjadi dengan sendirinya memang cara terbaik, dimulai dari ngobrolin dan nanya-nanya ke yang duduk di sebelahnya, yang kampusnya sama ngomongin kampus, yang jurusannya sama ngomongin jurusan, dan sebagainya, untuk mengakrabkan diri terlebih dahulu.


Satu lagi yang cukup bisa memecah suasana hening adalah hadirnya cemilan, terbukti ketika Mbak Ria dan Ashya datang membawa cemilan, suasana mulai rame (eh apa gue doang yang rame karena makan terus ya? hahaha).

Kalau satu obrolan sudah habis dan kembali ke sesi hening, kita bertanya "ngapain lagi ya?", lalu ada pertanyaan "emangnya kalo kopdar biasanya ngapain?" yang mana gue juga bertanya sendiri ke diri gue "iya yah, kemaren kalo kopdar ngapain aja sih?". Dan gue berkesimpulan, biasanya gue dateng kopdar bukan buat acaranya apa dan apa yang akan kita lakukan di sana, tapi emang cuma pengen ketemu sama orang-orang yang selama ini kita kenal di dunia maya. Ya, cuma pengen ketemuan, menurut gue, di situlah esensi kopdar. Mungkin alasan kita bingung mau ngapain segala macem karena kita kurang kenal di dunia maya dan jarang berkomunikasi? Atau memang karena masih canggung aja pertama kali ketemu orang baru. Apapun itu, untunglah kopdar kali ini memiliki beberapa agenda yang seru-seru, seperti tukar kado dan bikin video.


Karena mau hujan--padahal tadinya panas--kita pun pindah ke Taman Bentoel Trunojoyo bagian Selatan. Benar saja, baru aja kita pindah dan sampe di tamannya, hujan langsung deras banget disertai angin. Kita pun sampe ndusel-ndusel berteduh biar gak kehujanan. Di saat hujan ini kita isi dengan ngobrol-ngobrol bebas, sampe muncul singkatan-singkatan KK yang baru seperti "Kopdar Kehujanan", "Kebelet Kencing", dan "Kolor Kebasahan".


Habis hujan, terbitlah lapar. Kita pun bergerak lagi ke warung bakso terdekat untuk mendapatkan P3K (Pertolongan Pertama Pada Kelaparan). Tapi begitu sampe di depan warung baksonya, ternyata jalannya keblock oleh banjir, kita gak bisa masuk. Mau masuk warung bakso doang jadi berasa kancil yang mau menyebrangi sungai buaya. Setelah perahu karet tim SAR dan helikopter penyelamat tak kunjung datang untuk membawa kami kesebrang, mas-mas bakso nya menaruh kursi sebagai jembatan kami menyebrang. Maka muncul singkatan KK yang lain: "Kuliner Kebanjiran". Perjuangan makan bakso tak pernah sedramatis ini. Setelah makan bakso, kita pun kembali ke taman untuk membuat video dan tukeran kado. Setelah itu pulang deh ke habitat masing-masing.

perjuangan menggapai bakso. (foto by: Dewi)

Seru rasanya bisa merasakan kembali kopdar pertama kali dengan orang-orang baru yang belum pernah kenal. Merasakan sensasi dari canggung ngomong sampai lama-lama akrab sampe bisa becanda-becanda dan ketawa-ketiwi bareng. Dan kalau dipikir-pikir itu semua terjadi hanya karena kita adalah sama-sama blogger, keren banget.

ENJOY YOUR DAY!

Ditulis oleh Ramy Dhia
Seorang mahasiswa arsitektur yang mencintai dunia desain, teknologi, pop culture, dan penulisan. Ngeblog sejak 2010 dan mulai ngeVlog di Youtube sejak 2014. Hobi nonton TV Series dan merupakan pemain abadi dari game Harvest Moon: Back to Nature.
NB: Bercita-cita ingin menguasai dunia.


You Might Also Like

4 komentar

Harap komentar dengan bahasa yang sopan ya, as your grandma will read it :)

Page Ranking Tool
DMCA.com

I'm in

postimage
Mutsurini Team
Komunitas Online Kab.Tangerang Warung Blogger