THE RAID 2 : BERANDAL. A TOTAL BRUTAL GREAT! [MOVIE REVIEW]

4/13/2014




Sejak Pixar dipastikan akan memundurkan penayangan The Good Dinosaur ke tahun depan dan tahun 2014 ini jadi tahun tanpa film Pixar, maka film yang paling gue tunggu-tunggu di tahun ini adalah The Raid 2 : Berandal. Apalagi setelah liat trailernya, terutama liat ada adegan kejar-kejaran mobil gitu, gue memastikan harus banget nonton nih film walaupun saat itu tugas kuliah lagi padet (ya, yang paling bikin gue mau nonton emang adegan kejar-kejaran mobil yang ditampilin di trailernya, selain aksi beranteman silat yang pasti epic yang sudah terbukti di film pertama tentunya).

Meski gue penggemar setia film-film animasi, bukan berarti gue gak suka film action, gue juga sangat suka genre ini. Maka gue akan mereview dan menceritakan gimana film The Raid 2 ini di mata gue, beserta sensasi-sensasi yang gue dapatkan ketika menontonnya.




Sinopsis



Saat dia pikir semuanya sudah berakhir setelah berhasil keluar dari gedung markas gangster, masalah baru yang lebih besar harus dihadapi Rama (Iko Uwais). Apa yang dia dan tim nya lakukan terhadap gedung tersebut hanya membawanya kepada penjahat-penjahat lain yang lebih besar, seperti efek bola coklat, gedung tersebut hanya salah satu bola coklat yang jatuh di antara bola coklat-bola coklat lain yang lebih banyak. Untuk menghentikannya, Rama sadar dia harus menghabisi semua nama-nama penting di dalam kotak, semuanya sampai bola coklat terakhir. Hanya ada satu cara, yakni dia harus memasuki dunia bawah tanah itu sendiri, bersentuhan langsung dengan dalang-dalang di balik kejahatan terstruktur di Jakarta, dan menjauh dari keluarganya demi keselamatan mereka.


Review



Kalau ada satu kata untuk menggambarkan film ini secara keseluruhan, maka gue akan mengatakan : brutal. Aksinya, berantemnya, pembantaiannya, semuanya bener-bener brutal dan intens. Sepertinya semuanya fresh from the director imagination, tanpa ada yang ditahan-tahan, nyess, sangat entertaining. Pengalaman dari nonton film yang pertama, gue masuk studio dengan mengharapkan dan hanya mengharapkan action, action, dan actionnya. Tapi The Raid 2 memberikan kemajuan dan tidak hanya memberikan action yang meng-anjir-kan sebagai jaminan, tetapi juga cerita yang kompleks dengan banyak tokoh serta hubungan mereka yang harus dicerna dengan cepat oleh penonton.

Sebagai gambaran, waktu nonton The Raid 2 itu adalah pertama kalinya gue nonton dengan seisi studio berteriak "aww!!" , bergumam kagum, dan bertepuk tangan bersama setelah action-action nan sadap disajikan. Gue nonton bareng temen-temen gue, 2 cowok dan 4 cewek, respon mereka secara garis besar saat menonton : yang cowok bergumam-gumam kagum keasyikan "anjir!", "gila!", "nice!", "ooh!", "yeah!" dan yang cewek-cewek meringis-merenyi setengah menutup mata "issh", "aih", "hiii". Sementara gue? gue yang nonton sambil makan cemilan langsung buru-buru ngabisin cemilan di menit-menit awal, karena ketika mulai dan mengetahui film ini akan seperti apa, gue gak rela suara "kriuk..kriuk" mulut gue mengganggu konsentrasi dari mendengar suara rintihan kesakitan atau "cling-jleb" dari senjata tajam di film. Dan setelah keluar dari bioskop seusai nonton, kita langsung nyari makan yang anget-anget untuk meredam ke-eneg-an. Ya, gue rasa beberapa deskripsi di atas udah bisa ngejelasin setidaknya apa yang akan kita dapatkan di film itu.

Meski begitu, sebagai konsekuensi dari kompleksitas cerita dan latarnya yang lebih luas dari film pertama (satu gedung vs satu kota), gue rasa yang kedua kurang nge-thrill dari yang pertama yang tempatnya cuma di satu gedung. Namun bukan berarti actionnya kalah dengan yang perama, tidak, masih dengan ide-ide kematian sadis-kejam nan segar di sepanjang laga. Tentu yang jadi favorit kebanyakan penonton adalah final fight nya, adegan berantem yang menghabiskan waktu 6 minggu sendiri bagi Evans untuk merancangnya itu dijamin akan membuat saraf motor dan efektor kelopak mata kamu sepakat untuk tak membiarkan berkedip sedikitpun. Adegan ini juga yang membuat seisi studio tempat gue nonton tepuk tangan.

Entah guyanterlalu ndeso dan didesokan dengan film-film Indonesia yang you-know-what-I-mean sehingga saat melihat The Raid 2 dengan segala kekerenannya dan berlatar di Jakarta, gue jadi over-excited atau memang film ini keren dan layak mendapatkan title "one of the greatest action movies that ever made", yang jelas gue harap, gue dan kita nantinya akan terbiasa dengan film-film keren berlatar Indonesia. Atau dengan kata lain, kesuksesan The Raid menjadi standar baru film-film di tanah air --harapannya.


The Raid 2 : Berandal
Brutal, Brutal, Brutal!
9.5/10

ENJOY YOUR DAY!

Ditulis oleh Ramy Dhia
Seorang mahasiswa arsitektur yang mencintai dunia desain, teknologi, pop culture, dan penulisan. Ngeblog sejak 2010 dan mulai ngeVlog di Youtube sejak 2014. Hobi nonton TV Series dan merupakan pemain abadi dari game Harvest Moon: Back to Nature.
NB: Bercita-cita ingin menguasai dunia.


You Might Also Like

6 komentar

  1. Sepertinya cuma gue yang tidak terlalu excited pas nonton dan setelah nonton The Raid 2 ; Berandal.

    BalasHapus
  2. @Farid Azroel
    kenapa tuh bang? padahal gue sama temen2 sih excited banget

    BalasHapus
  3. karena gue kurang mainak film jadi nggak ngebet banget pengen nonton :D
    kecuali yang nyegerin otak :D

    BalasHapus
  4. @Ramy Dhia at this point gue rasa elu udah tahu alasannya kenapa Ram :)

    BalasHapus
  5. suka banget sama ini film !!!

    BalasHapus
  6. Shit ah nggak bisa nonton, belum cukup umur. Nggak dibolehin masuk sama mbak2 bioskop :((((

    BalasHapus

Harap komentar dengan bahasa yang sopan ya, as your grandma will read it :)

Page Ranking Tool
DMCA.com

I'm in

postimage
Mutsurini Team
Komunitas Online Kab.Tangerang Warung Blogger