Path, Pertemanan, dan Wanita Hamil (Wajib Baca Ini Sebelum Main Path)

4/18/2014


Ada yang cukup menarik perhatian gue beberapa hari ini di beranda facebook maupun twitter. Yaitu gambar screenshot tentang status seorang cewek di akun Path nya yang berisi kekesalannya terhadap wanita hamil yang minta duduk di kendaraan umum. Tentu aja media sosial langsung ramai mengomentari cara berpikir cewek yang dianggap tidak memiliki rasa tenggang rasa itu. Berbagai nyinyiran, komentar sarkas, dan hujatan pun melayang lewat post-post yang men-share ulang screenshot tersebut.

Namun bukan isi dari status Path cewek itu yang menarik, karena kita tentu sudah "terbiasa" dengan status-status dan pemikiran-pemikiran bodoh netizen ababil yang sangat mudah kita temukan di semua sudut internet. Yang menarik perhatian gue di sini adalah media tempat status itu ditulis : Path, fakta bahwa itu adalah screenshot-an dari Path membuatnya antimainstream, mungkin kalau itu screenshot-an status bodoh dari facebook atau twitter, gue gak akan tertarik dan gak akan nulis postingan ini, udah biasa. Maka postingan kali ini akan membahas gonjang-ganjing status Path yang lagi ngehits ini dari sudut pandang lain.


Memangnya kenapa kalau ditulis di Path? Apa yang aneh? Begini, menurut gue kesalahan utama dari si cewek itu adalah bukan karena dia tidak bisa bertenggang rasa terhadap wanita hamil, bukan juga karena dia melampiaskan kekesalannya itu di Path, tetapi kesalahan terbesarnya adalah berteman di Path dengan seseorang yang "tega" mengambil screenshot statusnya lalu menyebarkannya di sosial media dan membuat dia malu.


screenshot postingan Path si cewek.
Kenapa gue bilang begitu? Karena pastinya dia gak paham dengan konsep dari Path. Untuk memahami konsep sebenarnya dari Path, mari kita simak sejarah dan tujuan Path dibuat, jadi jangan keburu main media baru sebelum mengenal mainan kamu itu.

Path pada awal peluncurannya langsung menyita banyak perhatian, karena selain pendirinya yang juga merupakan Senior Former Platform Manager nya Facebook, Dave Morin, juga karena konsepnya yang berbeda dengan media sosial yang lain. Path menyebut dirinya sebagai "Personal Network" dengan jumlah pertemanan hanya terbatas 50 teman. Mashable pun menyebutnya sebagai "Anti-Social Network".


"Because your personal network is limited to your 50 closest friends and family, you can always trust that you can post any moment, no matter how personal, Path is a place where you can be yourself", begitulah tulisan perusahaan ini di blog post nya ketika Path diluncurkan.

Walaupun pada akhirnya Path memperbarui kebijakannya, dengan menambahkan batasan teman menjadi 100 teman, kemudian ditambah lagi menjadi 150 teman, tapi diperkirakan tidak akan ada penambahan batas jumlah teman lagi karena pembatasan jumlah teman di Path dari awal memang berdasarkan pada penelitian seorang Profesor Psikologi Evolusioner di Oxford University, Robin Dunbar, yang menyatakan bahwa 150 adalah jumlah maksimum hubungan sosial yang dapat di-handle seorang manusia

Jadi, konsep Path dari awal memang dibuat untuk berhubungan dengan orang-orang terdekat yang paling kita percayai untuk berbagi momen-momen berharga, kegiatan sehari-hari kita, dimana, dengan siapa, semalam berbuat apa, kepada orang-orang yang selalu bisa kita percaya. Tentu kita tidak ingin orang asing random di internet tahu segala hal detil tentang keseharian kita--bahkan sampai waktu tidur dan waktu bangun-- selain orang-orang yang terdekat bukan?

Kembali lagi ke kesalahan utama si cewek tadi, slot pertemanan di Path yang terbatas itu terlalu berharga untuk diisi oleh orang-orang yang tidak terlalu dekat dan tidak terlalu dipercaya. Dan gue rasa banyak juga yang masih melakukan kesalahan seperti ini (asal menerima dan merequest pertemanan pada sembarang orang). Ingat, Path bukan Facebook atau Twitter, kita gak perlu ngerasa kurang gaul kalau temen Path kita dikit, daripada slot teman kita diisi oleh orang-orang yang tidak terlalu dekat untuk berbagi segala sesuatu tentang kita, lebih baik cuma berteman dengan satu orang yang bisa kita percaya. Jangankan sekedar gak deket, bahkan mungkin masih ada yang temenan sama orang yang gak dikenal yang gak pernah komunikasi sama sekali dalam bentuk apapun, kalau di facebook sih mending masih bisa buat minta chip poker. Path juga bukan instagram yang bisa kita pakai untuk mencari gebetan baru dengan melihat foto-foto selfie-nya.

Bagi yang baru tahu konsep Path tersebut dan udah terlanjur temenan sama banyak orang yang tidak terlalu dekat, segera "dibersihkan" agar kita lebih leluasa berbagi segala sesuatu yang intim dan personal tentang kita kepada orang-orang yang kita percaya. Kalau gak mau unfriend pun masih ada pilihan lain, mungkin ngerasa juga kalo 150 mungkin udah kebanyakan, Path meluncurkan fitur baru yakni fitur Inner Circle. Kita bisa berbagi post dengan hanya Inner Circle kita aja yang liat, jadi manfaatkan Inner Circle ini dengan sebaik-baiknya, masukkan orang yang benar-benar dekat dengan kita dan kita percaya ke dalam Inner Circle.

Bukannya gue sok tau dan sok ngatur-ngatur bagaimana ngegunain Path, gue cuma share apa yang gue tahu tentang Path dari baca-baca di bagian deskripsi di Google Play atau App Store nya, terserah mau ngikutin apa keukeuh dengan sistem kamu menerima dan me-add orang-orang di Path. Dan bukan berarti juga gue membenarkan atau membela si cewek yang nulis status tentang wanita hamil itu, sama sekali nggak. Bagaimanapun dia salah untuk berpikir seperti itu, tetapi dia tidak salah mengeluarkan pemikirannya di status Path nya, hanya saja kesalahannya adalah ketidakbijaksanaannya menerima orang-orang di lingkaran pertemanannya.

Path yang ideal adalah yang menjadi tempat terakhir kita "lari" dan mengadu, mengeluarkan dan melampiaskan apapun yang ingin kita keluarkan--yang mungkin tidak bisa kita keluarkan di facebook atau di twitter karena tidak enak--walaupun pemikiran kita berbeda dari orang-orang kebanyakan, walaupun apa yang ingin kita sampaikan akan terasa aneh di telinga orang lain, tapi pada akhirnya kita tidak takut untuk mengungkapkannya di Path, karena kita tahu bahwa orang-orang yang akan membacanya adalah orang-orang terdekat dan terpercaya kita, yang akan ikut bahagia saat kita upload foto bahagia dan kegiatan menyenangkan, yang akan turut bersedih ketika kita menulis berita duka dan kegagalan, yang akan memaklumi dan memberi pengertian ketika kita sedikit lebih lebay dan sensitif dari  biasanya,yang akan menyemangati ketika kita mengeluh terhadap kesulitan, dan yang akan mengkoreksi serta menasehati ketika kita melakukan sesuatu yang salah--bukannya mengambil screenshot dan menyebarkannya di media sosial.

Path kamu sudah menjadi seperti itu? Jika belum, sekali lagi itu terserah padamu, yang jelas, seperti kata mereka sendiri, Path adalah tempat dimana kita bisa menjadi diri sendiri, mari mulai sekarang kita bijaksana dalam mengggunakannya. Jangan sampai ketika suatu saat emosi kita sedang tidak stabil, lalu kita mengungkapkan pikiran kita itu di Path, dan kita mendapati screenshot-annya menyebar beserta hujatan-hujatan di internet keesokan paginya.


"I got too many friends, too many people, that I'll never meet, and I'll never be there for..." ~ Placebo - Too Many Friends
ENJOY YOUR DAY!

Ditulis oleh Ramy Dhia
Seorang mahasiswa arsitektur yang mencintai dunia desain, teknologi, pop culture, dan penulisan. Ngeblog sejak 2010 dan mulai ngeVlog di Youtube sejak 2014. Hobi nonton TV Series dan merupakan pemain abadi dari game Harvest Moon: Back to Nature.
NB: Bercita-cita ingin menguasai dunia.


You Might Also Like

28 komentar

  1. Oh jadi Ramy kalau bikin instagram tujuannya buat nyari gebetan toh. Oh.

    #VIVATEAMSALAHFOKUS

    BalasHapus
  2. @Farid Azroel
    *searching : cara save foto instagram*

    BalasHapus
  3. @Ramy Dhia ada teknologi yang namanya screenshot mz ....

    BalasHapus
  4. @Farid Azroel
    baiklah mz *baiklah ini sudah melenceng dari fokus*

    BalasHapus
  5. baru tau fungsi path kayak gitu kak o.o
    tapi pertama kali tau path ga terlalu tertarik buat ngedownload app-nya, udah kebanyakan socmed di hape -_-

    BalasHapus
  6. ada juga sih yang bilang, kalau "there's no safe place to be an asshole"... :)))))

    BalasHapus
  7. Enggak mainan path sih ._.
    *entahlah~ kurang tertarik*


    Baru tau fungsinya path gitu toh :3

    BalasHapus
  8. @Mahdiyyah Ardhina
    hoho.. yah bisa coba install kalo udah ngerasa butuh

    BalasHapus
  9. @Selvia Sari
    hoo.. mungkin belum butuh tempat pelarian ya XD

    BalasHapus
  10. Gak punya path. Haha. Sekarang path jadi kayak buat main pamer-pameran. Di twitter isinya path semua -___-

    BalasHapus
  11. Hahaha bener, di path kalau nggak kenal bener nggak gue accept.. walau follow di fb :D

    BalasHapus
  12. Ngeri sendiri ya kl ngasal nerima pertemanan, haha gausah di socmed, di dunia real aja kl asal nerima jg bakal ribet. :D

    BalasHapus
  13. Ram, path itu apa ._. ? wkwk
    kalo dibatasin orangnya, tapi kenapa banyak yg suka di share di twitter ya :/ emmm

    BalasHapus
  14. @Ijal Fauzi
    iya salah juga sih kalo semua post di path juga dishare ke twitter. Trus gunanya Path buat apa kalo gitu :-/

    BalasHapus
  15. gue punya path aja di buka jarang:")

    BalasHapus
  16. hehe lucuuu jdi kesimpulannya kebnyakan org ikut trand tanpa tau fungsi dan tujuan dari app karna ga baca introduction app itu sndri jdi aja kena resikonya. mks banyak infonya :D. we have to be smart

    BalasHapus
  17. Biarpun ngga punya path, tapi sempet tahu juga sih konsep awalnya yang diluncurkan path itu gimana. Dan itu, karena ngerti konsepnya sempet heran juga, kok ada aja yang screencapture status orang yang notabene temennya sendiri. Duh. Selain itu, ditambah media lagi gencarnya nyari berita sih mungkin, jadi kasus ini keangkat di masyarakat.

    BalasHapus
  18. @Yuniar Elfira Kusfarida
    betul sekali, padahal informasi yang ada di postingan ini ya umum yang bisa dengan mudah dibaca di deskripsi atau introduction app di marketnya sendiri sebelum kita download :))

    BalasHapus
  19. @Ashima KY
    yoi, berita yang kayak gini pasti cepet banget nyebarnya deh

    BalasHapus
  20. Aaadoh! Gue nggak punya path jadi kurang paham. Tapi pernah sih mainan milik temen, hahaha bajak-bajak~~

    BalasHapus
  21. @Rian Nofitri
    haha ada juga ya path dibajak XD

    BalasHapus
  22. @Ramy Dhia]

    ada namanya InstaGetter, aplikasi ini bisa mendowload gambar maupun video yang ada di instagram mi..

    BalasHapus

Harap komentar dengan bahasa yang sopan ya, as your grandma will read it :)

Page Ranking Tool
DMCA.com

I'm in

postimage
Mutsurini Team
Komunitas Online Kab.Tangerang Warung Blogger