Inilah Penyebab Burung Flappy Bird Tidak Bisa Terbang

2/06/2014


Semuanya pasti udah tahu kan game Flappy Bird yang lagi ngehips ituh. Atau bahkan ada yang udah mainin dan bunuh saudara sendiri karena high score nya dikalahin? Siapa yang sangka game cemen kayak Flappy Bird bisa jadi ngetren banget kayak sekarang, padahal seperti yang kita ketahui gamenya begitu sederhana tapi bisa membuat banyak orang jadi gila. Di sini gue gak mau bahas tentang bagaimana game endless yang dibuat hanya dalam 3 hari ini bisa ngetren, atau kemungkinan munculnya Mario dan Luigi dari dalam pipa-pipa di game ini, tapi gue lebih tertarik membahas hal-hal biologis kenapa burung Flappy Bird ini gak bisa terbang?

Di awal game aja begitu kita tap dia langsung menukik ke bawah, kalau bukan karena bantuan tangan kita, burung Flappy Bird gak akan bisa terbang dengan indah. Dia rapuh, lemah. Pertanyaannya, kenapa ini bisa terjadi? Padahal kita tahu kalau burung itu harusnya bisa terbang, bagaimana bisa dia menyebut dirinya burung jika dia tidak bisa terbang!? (maaf, penguin). Setelah memainkan game ini beberapa kali sambil menganalisanya, berikut adalah kemungkinan-kemungkinan yang gue temukan kenapa burung Flappy Bird gak bisa terbang :



Dia Masih Kecil


Walaupun burung bisa terbang, tetapi burung gak bisa terbang dari lahir. Burung biasanya bisa terbang baru di umur 11-13 minggu setelah dia menetas. Sebelum mencapai umur tersebut, mereka akan tetap tinggal di dalam sarang sambil nunggu induknya pulang membawa sesuap nasi dan sebongkah berlian. Melihat dari ukurannya, bisa jadi sebenernya burung Flappy Bird ini burung yang masih kecil yang belum seharusnya terbang. Tetapi dia memaksakan terbang karena sesuatu dan akibatnya dia terbangnya jatoh-jatohan. Cuma apa kira-kira motif burung yang belum bisa terbang ini memaksakan untuk keluar sarangnya? Masih menjadi sebuah misteri.


Gak Punya Ekor

Yap, mungkin kalian sudah menyadarinya, kalau pantat burung Flappy Bird itu polosan alias gak ada ekornya. Padahal kita ketahui kebanyakan burung itu punya ekor. Ekor burung biasanya berfungsi sebagai "rem" saat dia ingin mendarat dengan membentangkan bulu ekornya. Ekor juga membuat burung bisa mendarat dengan mulus. Mungkin itulah sebabnya burung Flappy Birds gak bisa mendarat dengan mulus dan akhirnya kejedot pipa terus.


Gak Punya Pundi-Pundi Udara

Untuk terbang, seekor burung memerlukan banyak sekali oksigen, bahkan jantung burung berdetak 1000 kali permenit sementara jantung manusia rata-rata hanya sekitar 60-90 kali permenit, itu semua untuk mengalirkan oksigen lewat darah dengan maksimal. Berterimakasihlah pada sistem pernafasan burung yang keren dan adanya pundi-pundi udara untuk menyimpan oksigen tersebut selama burung terbang, tetapi sayangnya sepertinya sistem pernafasan keren ala burung ini tidak dimiliki burung Flappy Bird. Kalau kita perhatikan seksama juga, jatuhnya burung Flappy Bird mungkin bukan karena tidak bisa terbang, tetapi karena kecapekan atau ngos-ngosan mengepakkan sayap dan kekurangan oksigen.


Ukuran Sayap dan Tubuh Yang Tidak Proporsional

Sayap burung didesain membentang sedemikian rupa sehingga bisa mengangkat tubuhnya terbang tinggi ke udara. Berbeda dengan sayap burung Flappy Bird yang sangat cemen, kecil, dan tidak membentang, tentu saja sayap yang begini tidak akan bisa mengangkat beban tubuh yang dari ukurannya saja sudah lebih besar dari sayapnya. (Eh tubuh atau kepala doang sih?). Sebenernya ini bisa diakalin dengan kepakan sayap yang lebih cepat, ekstra cepat tepatnya agar tubuh burung masih bisa keangkat. Tapi namanya doang yang flappy, kepakan sayap burung Flappy Bird sangat lamban dan lemah.


Tubuh Yang Terlalu Berat

Masih nyambung dengan poin barusan, untuk bisa terbang, menjadi ringan adalah yang terpenting. Tulang burung termasuk tulang yang paling ringan dibandingkan dengan hewan lainnya, mungkin burung Flappy Bird tidak diberkati dengan kelebihan ini. Tubuhnya yang bulat sempurna seperti wajah Bu Ani mengindikasikan struktur tubuhnya yang berat. Udah kayak bola bekel yang dibuat dari getah pohon karet.


Dia Bukan Burung

Penampilan dan nama bisa menipu, masih ada kemungkinan bahwa burung Flappy Bird sebenernya bukan burung sungguhan atau hanya makhluk yang ngaku-ngaku jadi burung. Gue mulai curiga ketika melihat wajahnya dan tertuju pada bibir dowernya. Dari sana, gue curiga burung Flappy Bird ini sebenernya adalah :







Psyduck.

Selain bibirnya, kemungkinan bahwa burung Flappy Bird memiliki hubungan dengan Psyduck adalah pandangan matanya yang kosong dan penuh dengan kebingungan dan kepasrahan.

Tapi Psyduck gak punya sayap, ini semakin membawa kita kepada petunjuk lain. Mungkinkah burung Flappy Bird ini hybrid? persilangan antara dua spesies dan menghasilkan spesies baru? Soalnya dari zaman Charles Darwin neliti burung Finch di pulau Galapagos sana sampai sekarang kita belum menemukan spesies burung yang berwujud seperti Flappy Bird.

Setelah berhari-hari memikirkan spesies apa yang kira-kira punya sayap seperti itu (kecil, lemah, putih) akhirnya gue menemukan satu spesies yang memiliki kemungkinan sangat besar menjadi moyang dari Flappy Bird, ini dia :






Yap, sayap pembalut sangat cocok dengan sayap burung Flappy Bird, dan jelas sudah kenapa walau sudah memiliki sayap, Flappy Bird tidak bisa terbang, sama halnya dengan pembalut yang walau sudah memiliki sayap tapi tetep gak bisa terbang.

Demikian analisis singkat penyebab burung Flappy Bird gak bisa terbang, dan kita sampai pada kesimpulan bahwa penyebabnya adalah karena burung Flappy Bird adalah persilangan dari Psyduck dan pembalut. Maaf di awal gue rada bertele-tele dengan hipotesis-hipotesis lain yang kurang saintifik, padahal jawabannya ada di depan mata dan sudah jelas : karena burung Flappy Bird adalah persilangan antara Psyduck dan Pembalut.

Kalau ada yang mau membantah teori ini atau memiliki teori versi sendiri, silahkan komentar di bawah ini. Mungkin jawaban dan teori-teori kita akan membawa kita semakin dekat menuju boss terakhir dari game ini. Ah gue masih berharap Mario akan muncul.


ENJOY YOUR DAY!

Ditulis oleh Ramy Dhia
Seorang mahasiswa arsitektur yang mencintai dunia desain, teknologi, pop culture, dan penulisan. Ngeblog sejak 2010 dan mulai ngeVlog di Youtube sejak 2014. Hobi nonton TV Series dan merupakan pemain abadi dari game Harvest Moon: Back to Nature.
NB: Bercita-cita ingin menguasai dunia.


You Might Also Like

19 komentar

  1. suuuuuuuuu!
    tulisan ra mutu!
    tapi kenapa juga malah saya baca sampai habis?

    iya itu bukan paruh, tapi bibir dower.
    burungku yg bernama Tatat jg gak bisa terbang nih

    BalasHapus
  2. Tika baru tahu nih game flappy, soalnya saya gak gaul sama game.. Gaulnya sama manusia, #Heehh

    hehehe, just kidding yah :)

    BalasHapus
  3. @ega norista
    huahaha sampeyan tau ra mutu berarti wes baca kabeh mas XD

    kenapa dia gak bisa terbang? mari kita analisa juga :o

    BalasHapus
  4. @Etika Maria
    mainkanlah tik, sebelum terlambat XD

    BalasHapus
  5. faaaaakkk... psyduck + pembalut :)))

    BalasHapus
  6. Ini ngeselin tapi bener adanya :))

    BalasHapus
  7. Jadi bisa disimpulkan kalau developer Flappy Bird ini adalah fans Psyduck dan demen nyolong pembalut? #eh

    BalasHapus
  8. wakakakak cukup absurd juga analisa lo broh. jadi inget pokemon kalo ada Psyduck xD

    BalasHapus
  9. wakakak :v kebetulan gue udah maenin nih, dan 3 hari bermain sejak 5 hari download gue masih terpuruk pada 4 sela pipa *menyedihkan

    BalasHapus
  10. wkwakwak kocak menghibur XD

    BalasHapus
  11. *bengong* Saya sudah menghabiskan beberapa menit waktu berharga saya hanya untuk membaca postingan ini... ( .__.)
    Etapi rekor flappy birdku baru 34 :|

    BalasHapus
  12. Jiahahaha, ngakak dah XD Game ini, meskipun sederhana, emang candu banget. Aku baru dapet score 36. Padahal 4 poin lagi bisa dapet platinum medal TAT

    BalasHapus
  13. Kalo pernah main mario cat atau cat mario (sama aja sih, tinggal pilih mau nyebut yang mana), pasti uda nggak heran sih nanganin game ini. Tapi yang bikin salut tuh yah, tiap gue main game ini yang di otak gue adalah BIAYA PRODUKSI pembuatan game ini. Grafisnya kotak-kotak pasti agak lebih murah lah, dan game ini nggak punya background music loh. Cuma suara kepakan sayap dan suara saat burung ini ngelewatin pipa. Hahaha

    Cuma, coba main mario cat deh. Lebih emosi jiwa. XDD

    BalasHapus
  14. wah game apa ini? kayaknya gua udah namatin sejak SD deh *dibakar*

    BalasHapus
  15. numpang copas di FB ah ... kereeeeennn nih :D

    BalasHapus
  16. Dafuq! Pembalut :v
    Pantes aja Flappy Bird kalo jatuh ga ngeluarin darah, wong darahnya ga ada \ :v /
    Musti di serap dulu, atau jangan-jangan Flappy Bird itu minum darah? jangan-jangan dia Kalelawar? :O Masih menjadi sebuah misteri~

    BalasHapus
  17. hahahahahaha...
    budeggg lahh.....
    Flappy Bird itu bukan burung, dia itu reinkarnasi dari batman, dan masih keturunan ranger kuning...

    BalasHapus

Harap komentar dengan bahasa yang sopan ya, as your grandma will read it :)

Page Ranking Tool
DMCA.com

I'm in

postimage
Mutsurini Team
Komunitas Online Kab.Tangerang Warung Blogger