Back to Pantai Sawarna [Part 2]

9/12/2011

Sunrise... gue melewatkan melihat sunrise dari pantai, terbit diantara pohon-pohon kelapa seperti waktu dulu. Hari itu 2 September 2011, gue bangun paling terakhir (seperti biasa di rumah). Ga seperti 2 tahun lalu yang abis solat subuh lalu kesetanan pengen langsung main ke pantai sawarna, hari itu kami lebih nyantai, ya mungkin karena udah pernah kesini sebelumnya. Kami masih sempat minum kopi dan sarapan nasi uduk di rumah Om Heri sebelum ke pantai. Tanpa nunggu matahari lebih tinggi lagi dan akan membakar kulit kita di pantai, kita berangkat deh dari rumah Om Heri ke Pantai Sawarna nya.

 Sambil jalan kaki, kita ganti-gantian diangkut dengan motor Om Heri dan Om Adam, duh reopt-repot bolak-balik buat nganterin. Trus kita nyampe di jembatan gantung dan ngelewatin jembatan itu. Semalem Om Heri juga cerita kalo ada motor vespa yang jatoh dari jembatan ini karena hilang keseimbangan, byuur jatoh dari jembatan dan nyemplung ke kali bersama vespanya.... horror abis.

Oh ya, di depan jembatan ada spanduk bertuliskan "Selamat Datang di Kawasan Desa Sawarna" dan abis ngelewatin jembatan ternyata ada petugas tiket! ya, sekarang kita harus membeli tiket kalo mau masuk ke Kawasan Desa Sawarna, yang 2 tahun lalu gak ada. Tapi karena kita "spesial" kita gak harus beli tiket setelah sebelumnya Om Heri ngomong ke petugasnya (jadi gue gak bisa kasih tau harga tiketnya berapa).

Makin masuk sini, gue semakin cengo... keadaannya beda banget sama 2 tahun lalu, sekarang udah banyak rumah, dan banyak tempat penginapan, gue sama sekali gak inget jalanan yang lagi gue tapaki karena keadaan sekeliling yang berubah sama sekali.Sekarang banyak homestay baru. Setelah beberapa menit berjalan, akhirnya kita sampe di Homestay Widi.


Kita langsung bertemu dengan Om Ade dan keluarga, berlebaran, dan melihat-lihat kondisi homestay nya. Homestay widi udah banyak berubah, sekarang ada semacam kantinnya, dan Om Ade menambah bangunan lagi di belakang homestay yang semula sebanyak 7 kamar, dan hari itu semuanya full dengan wisatawan asing. Sekarang bukan hanya istri Om Ade yang memasak untuk para tamu, tapi banyak ibu-ibu lain yang membantu karena porsinya lebih banyak. Bule-bule itu lagi sarapan di kantinnya waktu kita berkeliling ngeliat perubahan yang terjadi, jauh lebih banyak homestay dari terakhir gue kesini.


Kita datang di musim yang beda kayak yang dulu. Waktu itu sawah lagi ijo (bisa diliat di postingan ini), tapi tahun ini sawah baru abis panen dan belum ditanemin padi lagi.



Dan akhirnya kita sampe juga di pantai nan indah ini, pantai sawarna. Dan untung ngga serame yang gue bayangin, pantainya masih sepi.. dan masih bersih ga ada sampah sama sekali. Cuman ada yang berubah yaitu kehadiran warung-warung dipinggir pantai yang 2 tahun lalu gak ada.





Anak-anak langsung lari-larian, gue langsung poto-poto buat diposting. Tadinya gue ga ada rencana mau main air dan membahasahi baju gue, tapi waktu gue planking di pinggir pantai, ada ombak besar dan byuurrr!! gue kebanjur langsung basah semua... udah lah tanggung maen basah-basahan deh

Poto sesaat sebelum gue basah kuyup, pas banget!
Nice to meet you sawarna beach, It's been two years! *guling-guling di pasir putih* Belum puas maen-maen di pantai ini (padahal celana udah pasir semua) kita memutuskan untuk mengunjungi objek wisata selanjutnya, yaitu Tanjung Layar ! kami lalu menyusuri garis pantai untuk menuju Tanjung Layar, udah terbayang pemandangan dua buah tebing karang besar yang dikelilingi dinding karang yang membelah ombak.

And here we are, Tanjung Layar ... WOHOOOOO!!












(klik buat ngegedein)

Oh gak seperti waktu itu gue kesini yang airnya lagi penuh, sekarang lagi surut.. ternyata itu karena gue kesana masih pagi, kalo waktu itu kan sore. Makin siang air makin naik, jadi bisa bubucakan di aer gitu deh..

Abis dari Tanjung Layar, kita balik lagi ke pantai, memakan ikan bakar yang udah disiapkan sama Om Heri, abis itu main-main ombak lagi di pantai, main bola pantai, dan melihat orang surfing.


Gak kerasa waktu cepat banget berlalu, karena waktu itu hari Jumat, kita siap-siap deh solat Jumat, kita langsung pulang ke homestay widi, mandi, ganti baju, istirahat sebentar... abis itu kembali ke rumah Om Adam, dan berangkat Solat Jumat ke mesjid deket situ.

Gak nyangka abis solat Jumat, kita langsung pulang, setelah sebelumnya satu mobil dari rombongan pulang duluan abis dari Tanjung Layar. Setelah berpamitan dengan semua keluarga disana kami pulang. Om Wawan sendiri rencana pulang ke Tangerang nanti malem atau besok pagi. 

Pulangnya kami memutuskan buat lewat Kota Serang untuk mencicipi Bebek nya. Perjalanan pulang terasa sangat lama, kita lewat jalur yang beda dari waktu berangkat. 2 tahun lalu, kita juga berenti di sekitar alun-alun Kota Serang sebelum balik ke Tangerang. Malam itu kami makan bebek dengan diiringi alunan banci ngamen yg cuma ngomong "terrr...geterrr.." lalu menyodorkan tangannya. Malam ini, tak ada banci, hanya pengamen normal dengan suara yg gak nyampe. Kami menikmati bebek kami, dan gue menikmati sop yang sebenernya sop daging, bukan sop bebek. Kehangatan sop dan gemerlap kota Serang di malam hari... hmmm


Waktu berlibur yang jauh lebih singkat daripada waktu itu, cuma setengah hari bermain di pantai Sawarna dan Tanjung Layar, dan nggak mampir liat Goa lalay kayak waktu itu. Tapi ada kepuasan tersendiri di diri gue, karena melihat perubahan yang pesat di Bayah ini terutama Desa Sawarna. Puas karena bisa menjadi saksi perubahan itu, puas karena bisa melihat pantai sawarna untuk kedua kalinya, melihat penduduk desa sawarna yang tadinya mungkin kebanyakan adalah nelayan, sekarang banyak yang membuka usaha warung dipinggir pantai, membuka lahan parkir, menyewakan kamar rumah untuk turis dan lain-lain.

Kepuasan itu.... tak terlinai. Dan kalian tau apa? gue dan temen-temen gue berencana akan ke Pantai Sawarna pada libur semesteran dan tahun baru nanti, gue udah ga sabar untuk melihat pantai ini lagi, perubahan seperti apa lagi yang terjadi 4 bulan mendatang?
Liat juga :

ENJOY YOUR DAY!

Ditulis oleh Ramy Dhia
Seorang mahasiswa arsitektur yang mencintai dunia desain, teknologi, pop culture, dan penulisan. Ngeblog sejak 2010 dan mulai ngeVlog di Youtube sejak 2014. Hobi nonton TV Series dan merupakan pemain abadi dari game Harvest Moon: Back to Nature.
NB: Bercita-cita ingin menguasai dunia.


You Might Also Like

8 komentar

  1. hashtag-aah itu ngapain pake planking segala XD haha

    emang suwer deh keren banget pantainya. di Depok mana ada *ya secara Depok itu di tengah pulau -_-*

    BalasHapus
  2. hahaha mumpung sepi jadi planking aja XD

    sama, di Tangerang juga ga ada *yaiyalah*

    BalasHapus
  3. Keren abiz bsk rencananya w k sana
    Tq bgd yah infonya :)
    Jadi g sbar nunggu bsk :D

    BalasHapus
  4. @Dede Rohali
    yoi, main donk sekali-sekali kesana :D

    BalasHapus

Harap komentar dengan bahasa yang sopan ya, as your grandma will read it :)

Page Ranking Tool
DMCA.com

I'm in

postimage
Mutsurini Team
Komunitas Online Kab.Tangerang Warung Blogger