Back to Pantai Sawarna [Part 1]

9/11/2011

Seperti lebaran-lebaran sebelumnya, tahun ini gue ga mudik ke kampung halaman, libur lebaran biasa gue dan keluarga habiskan untuk bersilaturahmi ke rumah sanak saudara, trus sisanya? tidur-tiduran dirumah sambil makan nastar. Tapi tahun ini kita merencanakan liburan lebaran yang berbeda, yaitu pergi (lagi) ke Pantai Sawarna .Ya, 2 tahun lalu yaitu pada lebaran tahun 2009, kita (keluarga besar) emang pernah liburan ke Pantai Sawarna ini, dan pantai itu adalah pantai terindah yang pernah gue kunjungin samapi saat ini, gue pun menulis tentang perjalanan ke Pantai Sawarna itu di blog gue, bisa dilihat disini.

Tahun ini, kita berencana kesana lagi, tapi rombongan gak sebanyak 2 tahun lalu yaitu sebanyak 5 mobil, tahun ini cuma 3 mobil aja (tetep aja banyak yak). Pantai Sawarna terletak di Desa Sawarna kecamatan Bayah, dan Desa Sawarna adalah kampungnya Om gue, jadi kita sekeluarga besar bisa dibilang mudik ke kampung orang. Segala persiapan udah disiapin, dari mulai bekal, pakaian, karpet, segala macem, dan rencananya sih mau camping gitu,jadi udah bawa tenda yang gede. Gue seneng banget dah akhirnya lebaran tahun ini gue gak cuma tidur-tiduran nonton spongebob sambil makan nastar, akhirnya setelah 2 tahun, gue akan melihat pantai paling indah yang pernah gue kunjungin itu.



Hari Kamis 1 September 2011, kita berangkat. Berhubung dari 3 mobil, cuma 1 mobil yang udah pernah kesana, yaitu rombongan keluarga gue, jadi udah pada siapin peta. Om Wawan (om gue yang punya kampung) udah ada di Desa Sawarna, dia berangkat kemarin dengan total perjalanan 12 jam karena macet kena arus balik di Sukabumi, maka kita memutuskan gak lewat Sukabumi. Kita berangkat, tapi entah kenapa tiba-tiba rombongan kita berpisah (padahal cuma 3 mobil aja kepisah) , mobil gue misah sendiri dan lewat jalan yang lain dari 2 mobil lainnya, tapi akhirnya bisa ketemu di Malingping.

Singkat kata, setelah 9 jam perjalanan (termasuk berenti-berenti, istirahat, makan) kita sampe juga di Bayah dan kalian tau apa? gue dan keluarga kaget bukan main, ternyata Bayah dan Sawarna udah berubah jauh dari 2 tahun lalu. Pantai-pantai sepanjang jalan udah mulai rame, banyak pedagang, dan banyak rumah-rumah penginapan dan restoran yang 2 tahun lalu ngga ada, ditambah banyak yang masih dalam tahap pembangunan. Ternyata, keindahan pantai Selatan di kecamatan Bayah ini udah banyak yang tau dan gak se-sepi 2 tahun lalu gue kesini. Gue kaget, keluarga gue kaget, Melly goeslow juga kaget. 


Gue merasa... duh apa yah, gue merasa bertanggung-jawab atas keramaian ini, atas pantai-pantai yang sudah dikomersilkan, karena gue ikut menulis tentang pantai sawarna di blog gue dan postingan itu termasuk Top Post. Sesaat gue merasa seperti orang egois dan sombong, yang dalam hati berkata "ah sial udah rame aja, padahal gue yang pertama-pertama kesini", yah.. jujur gue sempet merasa kayak gitu walau ngga diucapkan, sepanjang jalan yang udah mulai ramai itu, kami di mobil (yang udah pernah kesini sebelumnya) terus berkata : "Ya ampuuun udah rame aja" "2 tahun lalu ga ada bangunan ini" "2 tahun lalu ga ada warung-warung itu" "2 tahun lalu ultraman menyelamatkan pantai ini dari monster ubur-ubur jahat"

Tapi gue gak gitu-gitu amat kok, bukannya gue gak seneng sama keramaian yang ada, gue malah bangga karena sebelum tempat ini rame, gue udah pernah ngunjungin sebelumnya. Malah mungkin postingan ini juga termasuk usaha gue lagi untuk lebih meramaikan pantai sawarna. Gue cuma kaget atas perubahan yang ada. Ya, kaget adalah kata yang paling tepat.

Setelah jalan dipinggir garis pantai sambil tercengang-cengang, gue berharap di Pantai Sawarna nanti gak serame disini, gue berharap orang-orang belum tau tentang pantai Sawarna, perlu dicatat, pantai Sawarna dan Desa Sawarna masih jauh, harus lewatin hutan dulu baru sampe di desa sawarna. Sampe lah kita di jembatan yang menghubungkan antara Bayah dan Hutan yang yang menuju Desa Sawarna, dibawah jembatan itu ada pantai Pulo Manuk yang lumayan indah, tapi ramenya bukan main.... ckckck dulu bahkan ga ada yg main di pantai ini, dan dulu gue gatau kalo pantai ini namanya pulo manuk, kalo sekarang udah ada spanduknya.
Kami tau, bukan pulo manuk yang kami cari, Kesabaran melewati hutan jati untuk mencapai Desa Sawarna adalah harga yang harus dibayar untuk menemukan keindahan pantai selatan yang tersembunyi.Kami terus jalan sambil mengenang bagaimana 2 tahun lalu kami melewati hutan ini, dan kami langsung berseru ketika melihat warung rujak yang menjual rujak dan es kelapa. Rujaknya emang enak banget, kita semua mau berenti, tapi kita udah kebanyakan berenti, dan hari udah mulai sore, jadi kita jalan terus.

Selama perjalanan, cuma warung rujak itu yang gue inget, selebihnya udah beda... sangat berbeda. Dan ada satu lagi yang gue inget, persis setelah melewati warung rujak itu, ada turunan yang sangat terjal dan jauh, turunan ini bagaikan gerbang menuju Desa Sawarna, karena jauh dibawah sana adalah desa Sawarna, satu mobil menahan napas waktu menuruni turunan yang terjal ini.

Desa Sawarna adalah desa yang kaya dengan industri kayu yang bagus dan berkualitas, bangku dan meja tamu yang ada di teras depan rumah gue juga beli dari sini (dan gue baru tau kemaren pas kesana, nyokap gue cerita), Om Wawan yang daritadi udah nelponin menanyakan posisi kembali menelepon dan menyuruh kami langsung ke rumah Om Heri (kakak Om Wawan) untuk beristirahat dan segalanya sudah disiapkan disana. Kami menyusuri Desa Sawarna ini, dan melewati lokasi jembatan gantung penghubung desa sawarna ke daerah pantai sawarna. Ya, untuk mencapai pantai sawarna gak bisa dilewati mobil, biasanya mobil ditaro diujung jembatan gantung itu.

Kami melewati lokasi jembatan itu dan liat banyak banget mobil diparkir disana dari berbagai macam plat nomor. Aaahh.. harapan gue akan menemui pantai sawarna yang sepi (seperti 2 tahun lalu) pupus sudah (ya, harapan yang sangat sombong dan egois), tapi seperti yang gue bilang, gue bukannya gak seneng kok, tapi jadi kebanggaan tersendiri juga. Singkat kata kita malah ke rumah Om Adam (Adik Om Wawan), karena rumah Om Adam yang paling deket dan yang kita tau (waktu kesini dulu kita juga istirahat di rumah Om Adam).

Begitu sampe, kita lebaran dulu ke keluarga Om Adam, kita duduk-duduk melepas lelah perjalanan Tangerang - Bayah selama 9 jam ini (yang normalnya 5-6 jam).. gak lama dateng Om Wawan yang ternyata tadi nungguin di jalan, tapi kita gak liat. Gak ada perubahan di rumah Om Adam dari 2 tahun lalu selain yang tadinya warung sekarang dijadikan kandang walet, dan banyak walet bolak-balik di depan rumahnya (itu namanya ada perubahan -_-). Terus Om Wawan, Om Adam dan keluarga pamit karena akan ziarah ke makan orangtua, kami dipersilahkan istirahat dulu di rumah Om Adam. Kita langsung istirahat, mandi, ngobrol-ngobrol antara yang sudah pernah kesini dan yang belum, dan gue langsung ngecas hape, tapi percuma ternyata sinyal internet provider gue belum menyentuh desa ini, gak bisa ngetweet deh

Om Wawan dan yang lain pulang, kami diajak ke rumah Om Heri karena semuanya udah dipersiapkan disana, oke kita ke rumah Om Heri yang ternyata gak jauh, jadi kita jalan kaki dan mobil ditaro di garasi Om Adam. Bener aja, di rumah Om Heri kami disambut, kamipun lebaran, salam-salaman, "Daritadi udah siap nungguin orang Tangerang mana nih.." kata istri Om Heri, duh jadi ngga enak. Karpet digelar, kami dipersilhkan duduk dan sedetik kemudian udah ada berbagai macam kudapan, nastar, keripik, rangginang, kelapa muda, manisan pepaya, dan masih banyak lagi yang dikeluarkan keluarga Om Heri. Oh jadi ini yang dimaksud "semuanya sudah dipersiapkan", kami sangat tersanjung

Sementara itu sepupu gue Assad udah gak sabar pengen ke pantai dan terus berkata "Ayo ke pantai! ayo ke pantai!", gue juga sebenernya mau langsung ke pantai kayak dulu, waktu baru sampe, istirahat, terus ke pantai menikmati indahnya sunset. Tapi karena waktu perjalanan yang lebih lama dari yang dulu, bokap gue dan om-om gue masih capek karena abis nyetir jauh. Dan memutuskan untuk ke pantainya besok aja.

Abis kudapan yang enak itu, dengan sekejap, di karpet udah berganti jadi bakul nasi, sambel, dan ikan bakar. Ada ikan bakar yang gede banget, gue belum pernah liat ikan bakar segede itu, gue yang sebenernya gak suka ikan pun kalo udah dibawa ke sawarna jadi suka makan ikan (kalo di rumah gue lebih milih goreng telor daripada makan ikan). Ikan bakar dengan lahap gue santap, waktu udah magrib, terus gimana tendanya? kapan bikin tenda? jadi camping ga? "Ah ngapain bikin tenda, udah malem, tidur disini aja.." kata istri Om Heri,  akhirnya kita ga jadi camping walau tau bermalam disini pasti ngerepotin.

Sambil makan kita bincang-bincang, dan mendengarkan cerita yang menarik tentang para wisatawan asing atau bule-bule yang ngunjungin pantai sawarna, dari bule yang ketagihan tempe oreg, sekeluarga bule yang tinggal dari anaknya masih orok sampe bisa merangkak, pokoknya banyak deh. Oh ya, bule-bule ini tinggal di Homestay Widi punya Om Ade (Kakak Om Heri dan Om Wawan), waktu kesini 2 tahun lalu kami tidur di homestay widi punya Om Ade ini, letaknya di deket pantai. Tapi tahun ini homestay udah penuh sama turis asing yang nginep, sampai2 Om Ade harus menolak seratus lebih guest yang menelpon. Homestay Widi adalah rekomendasi utama para wisatawan asing untuk menginap, karena hidangannya yang super enak.

Malam itu kami tidur di rumah keluarga Om Heri, Seakan gak mau menghabiskan waktu buat tidur, gue susah tidur di malam yg dingin itu, dan mulai menguping tentang obrolan bokap-bokap yang begadang sambil minum kopi di teras. Tidur sebelum melihat pantai Sawarna, ga akan bisa kalo 2 tahun lalu.

"I Don't want to wasting my time sleeping, I wish It's tommorow already" - Karen (Harvestmoon Back To Nature)

Bersambung.....
PS : sorry ga ada poto di hari pertama ini, kalo mau liat poto pantainya, tungguin part 2 :D 

ENJOY YOUR DAY!

Ditulis oleh Ramy Dhia
Seorang mahasiswa arsitektur yang mencintai dunia desain, teknologi, pop culture, dan penulisan. Ngeblog sejak 2010 dan mulai ngeVlog di Youtube sejak 2014. Hobi nonton TV Series dan merupakan pemain abadi dari game Harvest Moon: Back to Nature.
NB: Bercita-cita ingin menguasai dunia.


You Might Also Like

4 komentar

  1. jadi semakin pengen ke Pantai Sawarna itu. walaupun udah rame... yah, kesananya kapan-kapan aja pas lagi hari-hari sekolah, kan aku sudah anak kuliah. ANAK KULIAH GITU LHO.

    #KomentarNyolotin

    BalasHapus
  2. ah anak kuliah tapi poto profile nya masih pake baju SMA :P
    udah ada Part 2 nya tuh bang, banyak potonya.. ayo biar makin pengen :D

    BalasHapus
  3. ah sial! ganti ah pake model-model rambut fail 2011! haha!yoo pasti melipir kok...

    BalasHapus
  4. hahaha parah tuh gaya rambutnya XD

    BalasHapus

Harap komentar dengan bahasa yang sopan ya, as your grandma will read it :)

Page Ranking Tool
DMCA.com

I'm in

postimage
Mutsurini Team
Komunitas Online Kab.Tangerang Warung Blogger