Jangan Remehkan Anak Bangsa Indonesia!

5/03/2011

Perkembangan zaman menuntut setiap individu untuk berpikir lebih kreatif dan mampu beradaptasi dengan semua perubahan-perubahan yang terjadi. Contoh yang paling umum dan paling kita rasakan adalah dalam bidang teknologi komputer. Komputer dewasa ini telah menjadi perangkat ajaib yang dapat memenuhi hampir semua kebutuhan manusia, kebutuhan baru selalu diselingi dengan teknologi-teknologi baru yang siap memenuhinya. Dan darimana lagi ini semua hadir selain dari seorang yang inovatif.


Arivval dan Taufik
Kita tentu masih ingat dengan antivirus bernama ARTAV. Ya, antivirus yang dibuat oleh kakak beradik yang masih duduk di bangku SMP (Arrival Dwi Sentosa dan Taufik Aditya Utama) itu booming menyusul Antivirus buatan Indonesia lain seperti ANSAV dan Smadav. Ariv dan Taufik merupakan salah satu contoh anak bangsa yang membuktikan bahwa anak Indonesia tidak Cuma bisa tawuran.
M.Yahya Harlan
Cohtoh lainnya, yaitu pembuat situs jejaring sosial salingsapa.com . Social media bernuansa islami itu adalah buah dari inovasi siswa SMP asal Bandung bernama Muhammad Yahya Harlan.


Namun ditengah-tengah kebanggaan masyarakat Indonesia terhadap karya-karya yang dihasilkan anak bangsa yang inovatif ini, selalu muncul pihak-pihak “perusak suasana” yang muncul dengan pertanyaan dan penyataan seperti “legalkah itu?” “itu buatnya pake utility ini itu, Cuma di begini begitu sudah jadi” “seharusnya anda membeli lisensi dari ini itu” “ini bisa saja melanggar hak cipta ini itu” dan pernyataan-pernyataan lainnya.

Tapi pernyataan mereka tidak ada salahnya, tentu saja lisensi, hak cipta, dan kelegalan sebuah karya yang lahir harus terjamin. Bahkan ada yang sampai memperhatikan : apa dibuatnya menggunakan program bajakan? OS bajakan? Atau bahkan komputer curian? Tentu saja kita tidak mau ‘kesempurnaan’ karya anak bangsa tersandung oleh masalah kelegalan, dan ide-ide cerdas nan inovatif terbelenggu oleh jeruji-jeruji pelanggaran hak cipta.

Maka disini ada yang namanya FOSS (Free and Open Source Software) yaitu software gratis yang dapat “diutak-atik” menjadi sebuah inovasi baru menurut kreatifitas masing-masing. Tentu saja ini legal, karena inti dari Open Source memang begitu. Jadi semua orang dapat dengan bebas –dan gratis– memodifikasi dan menghasilkan sesuatu yang baru.

Sekarang, penggunaan Open Source sedang gencar di sosialisasikan, setelah sebelumnya BAGOS (Banten Go Open Source) untuk mensosialisasikan FOSS ke Provinsi Banten dengan harapan Banten bebas dari software bajakan dan semuanya menggunakan software legal open source. Dan sekarang, mahasiswa/i fakultas Ilmu komputer Universitas Indonesia mengadakan event yang sangat menarik, yaitu COMPFEST2011. Dalam COMPFEST2011 yang akan dilaksanakan pada 24-26 Juni 2011 di SMESCO Indonesia ini akan ada berbagai macam Kompetisi (Programming, Blogging, GameDesign, Robotic), Workshop, Seminar, Entertainment, dan Exhibition tentang Open Source. Event ini tentu saja menjadi ajang bagi kita yang tertarik untuk belajar dan mendalami tentang Open Source dan pada akhirnya event ini akan menumbuhkan inovasi-inovasi baru untuk melahirkan karya-karya baru yang mungkin saja, akan siap diakui dunia Internasional. Bagi Anda yang berminat mengikuti kompetisinya dan mendapatkan informasi lebih lanjut, klik http://www.compfest2011.com.

Selain memberi kebebasan lebih kepada anak bangsa untuk bisa bebas berkarya, Open Source juga memberikan jawaban kepada pemerintah tentang masalah pembajakan hasil karya di Indonesia khususnya software bajakan. Jika Open Source sudah berhasil disosialisasikan, bukan tidak mungkin angka penggunaan software bajakan di Indonesia akan jauh menurun dan sebaliknya akan ada peningkatan produktifitas dan akan muncul karya-karya segar buah ide inovatif dan kreatifitas.

Inovasi pun jangan asal inovasi, sebuah inovasi haruslah dapat menyelesaikan masalah riil masyarakat, agar produk inovasi ini bisa diterima di pasar. Ini juga merupakan alasan mengapa banyak ilmuwan, penemu, dan cendekiawan yang kurang sukses, hanya karena mereka kurang mengerti tentang bisnis, dan entrepreneurship. Dan banyak entrepreneur yang notabene menguasai ilmu bisnis, tetapi masih membutuhkan para teknokrat untuk dapat mendukung bisnis mereka. Saya sedikut mengutip pernyataan Ir. Antonius Tanan, M.B.A, M.Sc beliau mengatakan : Diperlukan perubahan sudut pandang dari Product-Driven ke Market-Driven agar tercipta inovasi-inovasi yang berguna, diminati dan bernilai jual, tidak hanya di pasar nasional, tetapi juga di pasar internasional.

Oke, inovasi dan dukungan Open Source software, tetap masih belum bisa mencapai kemandirian nasional. Perlu dukungan pemerintah untuk mendukung potensi-potensi anak bangsa yang inovatif tersebut, misalnya dengan mempermudah dan tidak mempersulit proses pematenan suatu karya, agar yang lain semangat untuk berlomba-lomba membuat karya baru dan tidak dibebani dengan pikiran hak paten yang mahal, dan dengan mengadakan event-event guna mendukung dan menyokong anak bangsa yang siap berkarya. Hendaknya pemerintah banyak mencontoh dan mengadakan event-event seperti yang diadakan COMPFEST2011 ini, yang merupakan contoh event yang mendukung munculnya ide,inovasi, dan karya-karya baru dari anak bangsa Indonesia.

Satu lagi untuk menuju Kemandirian Nasional, maka setiap perusahaan, lembaga, atau instansi harus lebih menghargai para professional kita. Sebenarnya banyak para professional Indonesia yang skillnya sudah diakui, tetapi mereka memilih ke luar negeri dan bekerja di Negara lain dibanding bekerja di Indonesia karena merasa kurang dihargai disini. Jika ingin bangsa ini Mandiri, maka hargailah para professional kita agar bisa memberikan karya untuk memajukan negeri sendiri.

Sebenarnya masih banyak Arival dan Taufik lain, masih banyak M.Yahya M.Yahya lain di Indonesia ini. Yang perlu dilakukan adalah “membangunkan” dan memberi jalan bagi mereka untuk bisa berkarya. Jadi kekuatan Inovasi dari anak muda Indonesia sama sekali tidak dapat diremehkan. Jika semua aspek di atas terpenuhi, apalagi didukung dengan sumber daya Indonesia yang melimpah, maka tidak ada alasan dan hambatan lagi bagi otak-otak inovatif Indonesia untuk terus memberikan inovasi-inovasi terbaru dalam bidangnya dan akhirnya dapat terwujud Indonesia yang mandiri. 

ENJOY YOUR DAY!

Ditulis oleh Ramy Dhia
Seorang mahasiswa arsitektur yang mencintai dunia desain, teknologi, pop culture, dan penulisan. Ngeblog sejak 2010 dan mulai ngeVlog di Youtube sejak 2014. Hobi nonton TV Series dan merupakan pemain abadi dari game Harvest Moon: Back to Nature.
NB: Bercita-cita ingin menguasai dunia.


You Might Also Like

3 komentar

  1. Dibalik segala "kekacau-an" negeri ini akibat ulah gerenrasi tua kita, saya tetap yakin bahwa kamu muda pny segudang prestasi yang akan membuat dunia ini terkagum-kagum...sudah saatnya Anak muda Indonesia mewarnai dunia...

    BalasHapus
  2. banyak anak bangsa yang berkualitas, namun jika kebanyakan mereka berkarya bukan untuk negrinya tapi untuk orang lain. ( demi uang )

    BalasHapus
  3. wah ikutan lomba blog compfest ya mas? asik nih hhe

    doain saya diterima fasilkom UI nih biar taun depan bisa jadi panitia compfest 2012 *kepdean*

    salam kenal :)

    BalasHapus

Harap komentar dengan bahasa yang sopan ya, as your grandma will read it :)

Page Ranking Tool
DMCA.com

I'm in

postimage
Mutsurini Team
Komunitas Online Kab.Tangerang Warung Blogger