Bincang-Bincang Japan Foundation, dan Tarian Yosakoi

3/23/2011

Tanggal 9 Maret 2011, gue mengikuti Acara Bincang-Bincang bagi Siswa SMA/MA di Jabodetabek. Gue ikut acara mewakili sekolah beserta 3 orang lainnya dari Yamato Club. Dalam acara ini dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu kelompok A dan kelompok B. Adapun kelompok C, adalah acara konsultasi perguruan tinggi yg bisa diikuti oleh kelompok A & B, guru pembimbing, dan umum. gue kebagian di kelas A yg membahas ttg Kebudayaan dan Pendidikan bahasa Jepang. Gue seneng bgt bisa diberi kesempatan ikut acara kaya gini, dan semenjak acara ini ada tekad baru yg muncul : "Gue mau kuliah di Jepang".

Kami datang agak telat, tapi masih ada yg lebih telat dari kita. Telat dalam artian, begitu masuk di ruangan, narasumber sudah berbicara. Oh ya, lokasi di Japan Foundation, yaitu di gedung Sumitmas II. Tapi untung masih di narasumber pertama. Narasumbernya dua orang, yg pertama adalah masasiswi Universitas Nanzan, dan satu narasumber lagi adalah seorang yg sudah pernah bekerja di Jepang, dan sering muncul juga di TV sbg komentator dan narasumber yg terkait dengan Jepang.
(maaf bgt, gue lupa nama kedua narasumber ini....)
Dasar! Kebiasaan lo my!!

Segmen pertama ini bertajuk "Pengalaman Belajar Bahasa Jepang dan Manfaatnya". Setiap pembahasan dipisahkan dengan sesi tanya jawab dari peserta acara bincang-bincang. Gue mau nanya, jadi gue udah mikirin pertanyaan didalam kepala. Tetapi karena tak juga ditunjuk, akhirnya pertanyaannya udah keburu ditanyakan peserta lain.. mau nanya ttg beasiswa, udah ditanyain.. mau nanya ttg culture dan kebiasaan, udah ditanyain...

Akhirnya gue ditunjuk lho untuk bertanya.. yaudah gue bingung kan mau nanya apa, jadi gue nanya ttg kasus bunuh diri (iye gue tau, ngga nyambung sama topiknya.. maaf ya..). Dan segmen pertamapun ditutup dengan pertanyaan konyol gue ttg bunuh diri dan juga tambahan dari peserta lain ttg bunuh diri yg udah pernah ke Jepang lho... laki-laki itu bernama...... emmm... Reza! (yes, akhirnya gue bisa inget nama orang).

Segmen kedua, dengan narasumber yg berbeda dan juga pembahasan yg berbeda. Kali ini bertajuk "Bahasa Jepang Gaul & Bahasa Jepang Dalam Komik". Kali ini dipandu oleh.. oleh.. sensei... sensei... duhh lupa, 私は申し訳ありません (dasar! -_-").

Segmen ini seru bgt, gue jadi dapet pelajaran-pelajaran baru ttg bahasa jepang, apalagi gue belum ada setahun belajar bahasa jepang. Dan setiap peserta yg bisa menjawab pertanyaan juga dikasih hadiah menarik. Gue dapet poster hiragana dan katakana.. asyik, mudah-mudahan cepet hapal..

Abis segmen kedua, break. waktunya istirahat. Selama istirahat, kita juga boleh ke kelompok C dan konsultasi ttg universitas. Walau masih kelas 1 SMA, gue sangat antusias disini, soalnya kalo mau kuliah di Jepang, kita harus tau kan jalur-jalurnya kan? di kelompok C, byk stand-stand universitas yg sangat menarik, dengan berbagai permainan yg menarik para siswa SMA untuk datang. ada yg nyodorin origami, quiz, daruma, banyak dah.. keren-keren semua.

Disini gue datengin beberapa stand, nanya-nanya ttg jalur beasiswa ke Jepang, dan di kelompok C ini juga gue ngeborong brosur.. semuanya gue ambil buat dibandingin di rumah hehehe :D

Ok, break selesai, dan tanpa disangka, segmen 3 yaitu segmen ttg "Mengenal Tarian Jepang 'Yosakoi Naruko Odori' " . GOKIIL MAN!!!! segmen yg dipandu oleh Edo-Sama -Leader dari grup tari Yosakoi Naruko Odori : "Hyakka Ryouran"- ini emang seru.. awalnya kami dijelaskan ttg sejarah tarian Yosakoi, dan diperlihatkan pakaian untuk menari Yosakoi dan dua peserta yg beruntung boleh memakai baju itu.

Dan akhirnya tiba saatnya yg ditunggu-tunggu : Menari Yosakoi Bersama! . Edo-Sama ngajarin kita, dan gue suka banget tarian ini. Apalagi yg terakhir2 yg enerjik bgt gitu.. brrrrr..
kalo yg mau tau tarian Yosakoi itu kayak gimana, ini ada sedikit kutipan dari mbah wiki :

Yosakoi adalah tari dengan ciri khas gerakan tangan dan kaki yang dinamis. Tari ini berkembang sebagai bentuk modern tari musim panas Awa Odori. Sambil menari, di kedua belah tangan, penari pria dan wanita segala umur membunyikan perkusi dari kayu yang disebut naruko. Mulanya, naruko dipakai untuk mengusir burung-burung di sawah, namun sekarang menjadi pelengkap tari.
ini ada video kalo yg mau liat :


Demikianlah rekaman perjalanan gue ke Japan Foundation tempo hari..

あなたの日を楽しむ !!

===========
PENGUMUMAN!

Mulai Mei 2014, tulisan tentang anime, manga, musik jepang, event jepang, pokoknya hal-hal jejepangan lain gue posting di web www.mutsuriniteam.com , bukan di blog ini lagi. Jadi silahkan kunjungi web Mutsurini Team untuk tulisan berbau jejepangan gue yang terbaru! \(^_^)/

 ===========

Ditulis oleh Ramy Dhia
Seorang mahasiswa arsitektur yang mencintai dunia desain, teknologi, pop culture, dan penulisan. Ngeblog sejak 2010 dan mulai ngeVlog di Youtube sejak 2014. Hobi nonton TV Series dan merupakan pemain abadi dari game Harvest Moon: Back to Nature.
NB: Bercita-cita ingin menguasai dunia.


You Might Also Like

1 komentar

  1. Jadi ingat waktu zaman kuliah dulu. ada juga tugas untuk mendatangi Japan Foundation dan "belajar" banyak sisi positif dari Budaya mereka. semoga memang bisa mengambil manfaat dari acara-acara semacam ini....

    BalasHapus

Harap komentar dengan bahasa yang sopan ya, as your grandma will read it :)

Page Ranking Tool
DMCA.com

I'm in

postimage
Mutsurini Team
Komunitas Online Kab.Tangerang Warung Blogger